<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mutiara Ilmu &#38; Hikmah</title>
	<atom:link href="http://airsejuk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://airsejuk.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Mar 2011 21:09:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='airsejuk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mutiara Ilmu &#38; Hikmah</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://airsejuk.wordpress.com/osd.xml" title="Mutiara Ilmu &#38; Hikmah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://airsejuk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SURAT CINTA UNTUK ISTRIKU</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/05/23/surat-cinta-untuk-istriku/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/05/23/surat-cinta-untuk-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 13:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga sakinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu`alaikum warohmatullohi Wabarokatuh Bismillahirrohmanirrohim&#8230; Sayangku &#8230;bagaimana kabar ayang di hari ini, semoga Alloh SWT melimpahkan anugrahNYA uantuk ayang dan anak2 agar sehat selalu, diberikan kekuatan iman dan kesabaran selama jauh dari abi, dan yg paling penting ayang semakin cantik lahir batinnya. Jadi istri solehah yah. Aamiiin. Abi selalu berdoa agar Alloh masih berkenan membari waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=82&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><strong><span style="text-decoration:underline;">Assalamu`alaikum warohmatullohi Wabarokatuh</span></strong></p>
<p align="left"><strong><span style="text-decoration:underline;">Bismillahirrohmanirrohim&#8230;</span></strong></p>
<p align="left">Sayangku &#8230;bagaimana kabar ayang di hari ini, semoga Alloh SWT melimpahkan anugrahNYA uantuk ayang dan anak2 agar sehat selalu, diberikan kekuatan iman dan kesabaran selama jauh dari abi, dan yg paling penting ayang semakin cantik lahir batinnya. Jadi istri solehah yah. Aamiiin.</p>
<p align="left">Abi selalu berdoa agar Alloh masih berkenan membari waktu untuk kita kembali berkumpul bersama di Indonesia, membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rohmah&#8230;Aamiin..</p>
<p align="left">Sayang ku&#8230;&#8230;.istri abi yang solehah&#8230;</p>
<p align="left">Selama abi di japan sdh 4 kali abi metulis surat cinta ke ayang. Kali ini abi ingin menulis  beberapa pesan nasihat untuk ayang, dg harapan agar hari2 ayang penuh dg bahagia,&#8230;. Mudah2 an ayang senang membacanya&#8230;</p>
<p align="left">Sayang&#8230;..</p>
<p align="left">Ketika seseorang, suami atau istri, mengatakan I love you atau dalam bahasa indonesianya aku mencintaimu. Ada beberapa hal yang sebenarnya harus difahami oleh seseorang yang bercinta, jika tidak <span id="more-82"></span>maka cinta yang timbul bukannya cinta suci, tetapi cinta yang ternonai oleh buruknya nafsu, terkotori oleh hinanya syahwat dan teracuni oleh kepentingan-kepentingan syaitoni,,na`adzubillah..</p>
<p align="left">Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat, Cinta juga dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.</p>
<p align="left">Dilain sisi juga Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !</p>
<p align="left">Sayang&#8230;</p>
<p align="left">Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.</p>
<p align="left">Kata-kata cinta yang lahir hanya dari bibir dan bukannya dari hati terkadang mampu melumatkan seluruh jiwa raga, tetapi manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.</p>
<p align="left">Banyak orang yang kecewa saat bercinta, sebenarnya hal tersebut cukup aneh, bahkan sangat membingungkan, bukan kah cinta sebenarnya adalah kekuatan untuk memberi bukan untuk menerima, seoranｇ yang bercinta berarti ia sdh memberi sesuatu kepada aorang yang ia cintai, lantas kenapa harus kecewa, padahal Alloh akan membalas setiap sesuatu yang telah di berikan mahluknya. Ada pepatah mengatakan Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.</p>
<p align="left">Sayang&#8230;Insya Alloh cinta abi kepada ayang tulus iklash karena Alloh, abi hanya berharap ayang bisa bahagia bukan dengan abi tetapi dengan jaminan Alloh, abi adalah salah satu kalan saja yang Alloh takdirkan untuk ayang.</p>
<p align="left">Sayang&#8230;.</p>
<p align="left">Dulu saat abi pertama melihat ayang, abi tertarik karena kecantikan ayang, setelah menikah semakin jelaslah kecantikan ayang, &#8230;.&amp; &#8230; Setelah sekian lama menikah ternyata semakin nampak pula kecantikan bathin yang ayang miliki, membuat abi semakin yakin, ayanglah bidadari abi yang Alloh turunkan dari syurga, untuk menemani tugas dakwah ini.</p>
<p align="left">Sayangku..instri abi&#8230;.senyum donk&#8230;serius banget bacanya yah&#8230;</p>
<p align="left">Tersenyumlah.. ..hiasilah kehidupan ini dengan senyuman karena ia melambangkan kehidupan yang harmoni&#8230;mulai hari ini dengan tersenyum yah,,, sayang..jika kita mengawali dengan senyum maka yg lainpun pasti akan tersenyum karena dunia ibarat cermin yg akan mantulkan bayangan kita&#8230;,</p>
<p align="left">Biasanya orang akan sulit tersenyum jika ada dengki dihatinya, iri terhadap orang lain atau bahkan benci dengan keberhasilan yang dicapai oleh saudaranya, padahal iri, dengki dan benci yang ia lakukan tidak akan merubah pemberian Alloh kepada orang tersebut, yang ada justru pendengkilah yang semakin tersiksa oleh perasaannya. Bahkan yang paling menyakitkan bagi pendengki adalah amal kebaikannya akan hilang terbakar oleh sifat dengki tersebut, bukankan nabi kita pernak bersabda” Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.</p>
<p align="left">Sayangku&#8230;</p>
<p align="left">Setiap orang yang hidup di dunia ini adalah sebagai seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman, hartanya adalah titipan. Setiap tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman atau titipan itu haruslah dikembalikan atau akan diambil oleh yang menitipkannya, malang sekali bagi mereka yng mencintai uang dan harta, karena sebenarnya mencintai sesuatu yang mustahil akan selalu bersamanya, bukankah Allah yang akan selalu bersama kita&#8230;.kalau begitu, cintailah Allh dengan segenap cinta yang ada..Insya Alloh, Alloh tidak akan meninggalkan kita&#8230;</p>
<p align="left">Sayang&#8230;dalam hidup ini, kita juga harus pandai mensiasati setiap masalah dan kejadian. Karena hal itulah yang akan membuat hidup itu menjadi menyenangkan, ibarat berada ditaman bunga, kekiri mawar, kekanan melati, didepan anggrek, begitu indah dan semerbak mewangi, menambah segarnya kehidupan. Kita tidak akan sanggup mensiasati hidup dengan baik jika kearifan dalam diri ini tidak ada. Maka marilah kita melihat dunia ini dengan kaca-mata kearifan..sebagai contoh adalah perkataan Umar bin khotob : “Ketika kita mengamati semua sahabat, ternyata tidak ada sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saat memikirkan pakaian misalnya, ternyata tidak ada pakaian yang lebih baik daripada pakaian takwa. Atau ketika merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Dan pada saat mencari segala bentuk rezki, sebenanya tidak ada rezki yang lebih baik daripada sabar yang Alloh anugrahkan kepada kita”..</p>
<p align="left">Sayang&#8230;..</p>
<p align="left">Semakin mendekati waktu kepulangan ke indonesia, hati ini semakin tidak karuan, rasanya waktu itu begitu lambat sekali, Abi hampir-hampir tidak sabar, abi ingin segera menumpahkan rasa rindu yng sdh sangat menbuncah dalam dada, rasa cinta yang terpendam hampir selama satu tahun lamanya, ingin segera memeluk belahan jiwa, buah hati, qurrotaa`yuni, istri abi, Lina Herliana. Sayang tahu engga kenapa abi begitu setia kepada ayang, karena ayang lah orang yang sdh memberi segalanya untuk abi, abi akan malu jika abi harus menghianati orang yang mencintai abi karena Alloh.</p>
<p align="left">Ayang&#8230;Abi mau tanya, apakah selama ditinggalkan abi di jepan ada yang berbuat kurang baik kepada ayang..jika tidak, Alhamdulilah, berati ayang orang baik, karena perbuatan orang kepada kita sesungguhnya pantulan atau bayangan dari perbuatan kita pada orang lain.</p>
<p align="left">Tetapi berhati-hatilah, seandainya ada kejahatan yang terjadi , jangan kita membalas kejahatan tersebut karena  “Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu namanya  dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa dan sangat wajar, Jika kebaikan dibalas kejahatan, itunamanya  zalim. Tetapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itulah yang sangat mulia dan sangat terpuji.”</p>
<p align="left">Sayanku&#8230;istri abi yang abi cintai karena Alloh&#8230;</p>
<p align="left">Sayang cinta abi kepada ayang dan anak2, walaupun abi menulisnya dengan seribu kata, sebenarnya tidak mewakili hati abi yang sesungguhnya, cinta memang tidak bisa di lukiskan dengan kata, tetapi walau pun diam seribu basa, tetap getarannya akan terasa, mudah-mudahan ayang mersakan getaran cinta abi ini, Pepatah mengtakan “Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna utk menjelaskan perasaan.<br />
Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan” Tatapi karena kita seorang yang beriman maka seharusnyalah kita  menerapkan prinsif bahawa cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak teratas, untuk mencintai istri/suami/sesama orang beriman.</p>
<p align="left">Oh iyah,,gimana kondisi buah hati kita, Muhammad Lutfi Saepudin &amp; Alia Nur Fauziyah,..mudah2 an semakin hari, semakin berkembang menjadi anak yang soleh dan solehah&#8230;Aaamiiiiinn..Allohumma Aamiin,&#8230;</p>
<p align="left">Sayang.. Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri ayang baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar kita, terutama yang lebih membutuhkan.</p>
<p align="left">Sayangku istri abi yang solehah..</p>
<p align="left">Jika ketiknyamanan atau kegagalan harus menghampiri kita bukan berarti kita harus menyerah, tetapi kita harus mencari jalan lain, kemudian kerjakan lagi, dan kerjakan lagi sampai akhirnya Alloh mengganti dengan keberhasilan. Dan jangan lupa dalam kegagalan itu , pasti ada hikmah yang bisa ambil dan kita harus yakin bahwa kita telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga sekarang kita akan lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.</p>
<p align="left">Memang  diiantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.</p>
<p align="left">Setiap kegagalan yang dibuat adalah anak tangga menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang di temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.</p>
<p align="left">Sayang&#8230;.</p>
<p align="left">Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan dan kesuksesan. Dan Waktulah yang ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri untuk lebih baik dan bijak</p>
<p align="left">Sayang, &#8230;</p>
<p align="left">Saat kita ingin mencapai cita-cita atau bahkan sesuatu yang menurut akal tidak mungkin, sebenarnya kuncinya adalah kita jangan menghindari yang tidak mungkin kita kerjakan. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,kita akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin kita capai atau kita cita-citakan. Dan salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. Selanjutnya<br />
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.</p>
<p align="left">Sayang,..</p>
<p align="left">Behati-hatilah dengan kesenangan, seorang bujak mengatakan “Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan”</p>
<p align="left">Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. Dan jangan sampai berhenti belajar, karena Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan</p>
<p align="left">Sayang…</p>
<p align="left">Ketika seorang Ikwan melihat wanita ada bebrapa kemungkinan yaitu;</p>
<p align="left">Nafsunya mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya, akalnya mengatakan wanita<br />
Cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya, dan hatinya mengatakan wanita cantik<br />
atas dasar akhlaknya. Maka ayang berbahagialah jika abi menjadi sumi yg beriman, karena ia ibarat mentari yang menyinar, bagai pewangi yang mengharumkan, menjadi pendorong &amp; pembimbing kejalan yg jalan Allah.</p>
<p align="left">Oh iya sayang &#8230;</p>
<p align="left">Sediakanlah sedikit waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa, Sediakanlah waktu juga untuk berfikir karena berfikir itu pokok kemajuan, sediakanlah waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kebaikan, sediakanlah waktu untuk canda karena canda itu akan membuat awet muda dan sediakanlah waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.</p>
<p align="left">Seorang wanita solehah, ADALAH YANG BERKATA BENAR, DAN BUKANNYA HANYA MEMBENARKAN KATA-KATANYA..wanita solehah sangat didambakan oleh setip laki2 baik oleh yg imannya rendah apalagi oleh yg imannya tinggi..tidak hanya cantik wajah karena pepatah mengatakan.</p>
<p align="left">“Wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa”</p>
<p align="left">Sayangku&#8230;istri abi yang abi cintai karena Alloh&#8230;</p>
<p align="left">Sebenarnya, “Kekecewaan mengajarkan kita arti kehidupan.Teruskan perjuangan walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup” sehingga menjadi orang yang bijak. Tanda Orang Bijaksana Ialah Hatinya Selalu Berniat Suci;<br />
Lidahnya Selalu Basah Dengan Zikrullah; Matanya Menangis Kerana Penyesalan (Terhadap Dosa); Sabar Terhadap Perkara Yang Dihadapi Dan<br />
Mengutamakan Akhirat Berbanding Dunia.</p>
<p align="left">Sayangku.. Ummi alia&#8230;.</p>
<p align="left">WANITA/PEREMPUAN DICIPTAKAN BUKAN DARI TULANG RUSUK ATAS UNTUK MEMERINTAH, BUKAN DARI RUSUK BAWAH UNTUK DIPIJAK, TETAPI TERLETAKNYA RUSUK ITU DI BAGIAN DADA DAN BERDEKATAN DENGAN TANGAN BERMAKNA TANGAN YANG MEMBELAI DAN HATI YANG MEMPUNYAI PERASAAN DAN KASIH SAYANG. Itulah tugas abi untuk menyayangi ayang karena Alloh swt. Dan maafkan abi kalau sampai saat ini abi belum mampu menyayangi ayang karena Alloh..Padahal nabi Muhammasd pernah bersabda” Khoirukum-khoirukum li ahli, artinya yg paling baik diantara kamu adalah yg paling baik kepada istrinya.. Maafkan abi yah sayang,,,</p>
<p align="left">Sayangku yang abi cintai karena Alloh..</p>
<p align="left">Ketika ayang hendak memahami arti kehidupan, barangkali hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia menguji keteguhan iman seseorang. Malang bagi mereka yg hanya mengikut kehendak nafsu, hati nurani hilang, sehingga hidup bagai terombang abing gelombang lautan..tidak sanggup menerima kebahagian sehingga menjadi lupa diri atau tdk tahan menerima penderitaan dan pada akhirnya Beatapapun dahsyatnya kebahagian toh akan berkahir, begitu pula betapa hebatnya penderitaan juga akan berakhir,,,kesemuanya akan menjadi masa lalu, yg kelak akan menjadi bahan obrolan saat orang tersebut berada di surga Alloh&#8230;smoga keluarga kita merupakan bagian dari penghuni syurga..insya Alloh Aamin&#8230;</p>
<p align="left">Oh iyah..gimana sayang&#8230;.sambil tersenyum dong..serius banget&#8230;heheh &#8230;&#8230;&#8230;Nah gitu seandainya abi melihat ayang, pasti lebih cantik saat tersenyum&#8230;</p>
<p align="left">Ayang , abi teruskan surat cintanya yah..smoga ayang senang membanya ..dan jika isinya dipandang baik, ayang boleh sebarkan juga ke teman2 pengajian ayang agar pengamalannya bisa bareng2, sehingga jadi bersemangat&#8230;</p>
<p align="left">Rosulullah pernah bersabda, diantara cara untuk menumbuhkan persaudaraan/ukhuah adalan dengan cara tebarkan salam dan saling memberi hadiah..hadiah itu bukan berupa materi saja bisa juga yang lainya..Misalnya<br />
Hadiah terbaik Kepada kawan &#8211; Kesetiaan<br />
Hadiah terbaik Kepada musuh &#8211; Memafkan<br />
Hadiah terbaik Kepada Suami – Khidmat/pelayanan yg tulus<br />
Hadiah terbaik ｙang muda &#8211; Contoh terbaik/teladan<br />
Hadiah terbaik Kepada yang tua &#8211; Hargai budi mereka dan kesetiaan.<br />
Hadiah terbaik Kepada pasangan &#8211; Cinta dan ketaatan<br />
Hadiah terbaik Kepada manusia – Kebebasan..</p>
<p align="left">Sayang ..ayang masih ingat gak..saat kita berpisah dibandara&#8230;di dalam pesawat abi nangis terus abi selalu terbayang lambaian tangan ayang dan anak yaang tulus iklas mencintai abi, terbayang wajah istri yg cantik, yang berharap kepada Alloh agar bisa bertemu kembali, abi tak mungkin lupa saat-saat itu, apalagi saat melihat lambain tangan jamah pengajian yg selalu setia, mendengar nasehat abi dan mungkin mencintai abi karena Alloh” Abi sangat rindu, sayang&#8230;abi juga rindu sama jamaah pengajian yg abi bimbing..abi juga ingin bertemu dengan mereka..Ahh&#8230;Semoga saja masih ada waktu untuk bisa ketemu, menjalin cinta dan kasih karena Alloh swt..</p>
<p align="left">Begitulah., Sebenarnya dunia ini sangat indah sekali, ada senyum, ada canda, ada tawa, ada tangis, ada pertemuan dan ada perpisahan..sebenaynya bukan senyuman yg kita harapkan, tetapi mari kita membuat dunia ini tersenyum, juga bukan tawa yg di inginkan, tapi mari kita buat dunia ini tertawa, juga bukan canda yg di nantikan tapi bisakan kita bercanda dengan alam ini..atau.juga bukan tangis yang ditakutkan, tapi bisakah kita meliat tangisan orang, sehingga bisa empati kepadanya&#8230;</p>
<p align="left">Sayangku .. pepatah mengatakan“Usah tangisi akan perpisahan sebaliknya tangisi akan pertemuan. Tanpa pertemuan, maka tiadalah perpisahan” tetapi Alloh sangat mencintai seorang hamba yg berpisah dan bertemunya karena Alloh SWT&#8230;</p>
<p align="left">Abi lanjutkan lagi yah..Dunia ini juga ibarat pentas sandiwara. Kita adalah pelakunya. Maka berlomba-lombalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat, cari sahabat sebanyak mungkin, terutama yg akan membatu kita mendekatkan diri kepada Alloh..Kenapa,,? Karena imam ali pernah mengatakan “Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah ada” dan ” Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang”</p>
<p align="left">Sayangku ..Lina Herliana&#8230;dalam hidup ini kita perlu sekali kesabaran “Ingatlah, sabar itu iman, uang bukanlah teman, dunia hanyalah pinjaman. Misalanya bersabar mengendalikan lisan karena lisanmu adalah bentengmu, jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu, dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan mempedulikan/melindungimu. Jika orang sdh mampu bersabar makan ia akan menjadi orang yang hebat bahakan Alloh SWT akan siapkan ganjaran yg tak terhingga buat orang2 yang sabar&#8230;.</p>
<p align="left">“Orang yg paling berkuasa adalah orang yg dapat menguasai dirinya sendiri, dan bersabar atas apapun yg terjadi”</p>
<p align="left">Oh iyah sayang sebagai kata penutup dalam surat cinta ini..</p>
<p align="left"><span style="text-decoration:underline;">“Fikirkan hal-hal yang paling hebat,Dan ayang akan menjadi terhebat.<br />
Tetapkan akal pada hal tertinggi, Dan ayang akan mencapai yang tertinggi.”Masa depan itu dibeli oleh masa sekarang&#8230;Allohuakbar. Allohuakbar. Allohuakbar&#8230;</span></p>
<p align="left">Sampai ketemu di Indonesia&#8230;..</p>
<p>Salam sayang, senyum tulus, cium mesra dan peluk hangat dari suami tercinta..  <strong>Wassalamu`alaikum Warohmatullahi wabarokatuh&#8230; </strong><strong>  </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=82&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/05/23/surat-cinta-untuk-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam Terindah dengan Kekasih.</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/04/17/malam-terindah-dengan-kekasih/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/04/17/malam-terindah-dengan-kekasih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 12:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku.. Bagi para pecinta ALLAH, datangnya malam adalah anugrah terindah yang sangat ia nantikan, maka disiapkanlah saat-saat bahagia itu. sejak sebelum tidur getaran rindu sudah terpancar, untaian doa terucap agar bisa merasakan nikmatnya malam bersama kekasih sejati, ALLAH SWT. Saat itu tepat pukul  2:30 alarm di HP bernyanyi nyaring membangunkan jiwa yang tengah terbuai mimpi indah, hangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=80&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="font-size:12pt;font-family:times new roman, new york, times, serif;">
<div>Saudaraku..</div>
<div style="font-size:12pt;font-family:times new roman, new york, times, serif;">
<div style="font-size:12pt;font-family:times new roman, new york, times, serif;">
<div style="font-size:12pt;font-family:times new roman, new york, times, serif;">
<div style="font-size:12pt;font-family:times new roman, new york, times, serif;">
<div style="font-size:12pt;font-family:times new roman, new york, times, serif;">
<div style="font-size:12pt;color:#000000;font-family:times new roman, new york, times, serif;">
<div>
<p style="text-align:justify;">Bagi para pecinta ALLAH, datangnya malam adalah anugrah terindah yang sangat ia nantikan, maka disiapkanlah saat-saat bahagia itu. sejak sebelum tidur getaran rindu sudah terpancar, untaian doa terucap agar bisa merasakan nikmatnya malam bersama kekasih sejati, <span class="yshortcuts">ALLAH SWT</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu tepat pukul  2:30 alarm di HP bernyanyi nyaring membangunkan jiwa yang tengah terbuai mimpi indah, hangat selimut membuat nyaris lupa bahwa alarm itu saya pasang untuk membangunkan tahajud, untuk menghiasi malam malam hening dengan menggapai sajian terindah dari pemilik napas ini, ah masih saja setan meniup niup lembut ditelinga ini untuk mematikan alarm dan kembali masup kedalam selimut menyelesaikan yang tertunda untuk kembali lelap tapi setan itu lupa bahwa keinginan saya untuk bertemu dengan ALLAH lebih besar dari sekedar mengikuti bisikannya <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p style="text-align:justify;">Duduk sebentar diujung tempat tidur, mengumpulkan jiwa yang tercecer, singkarkan selimut dan menuju kran untuk berwudhu, membasuh muka menambah segar jiwa ini, membasuh telinga bak menggelitik alat pendengaran saya, memasukan air melalui rongga hidung seakan menghidupkan jiwa yang nyaris mati dan berkumur membuat semua sempurna dan hidup, sambil bergumam semoga tetesan air yang jatuh dari wajah ini dan terhempas ke bumi ini akan membawa keberkahan ditengah badai deras cobaan demi cobaan dalam hidup ini … amin ya ALLAH <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p style="text-align:justify;">Iya, segar sudah tubuh ini oleh basuhan air wudhu, menggelar sajadah menghadap kiblat, mengenakan pakaian khusus untuk salat, ah indahnya pakaian ini, semoga saja pemakainya lebih baik dari pakaian ini, kemudian rangkaian heningnya malam ini berlalu melalui rakaat demi rakaat hingga mencapai total 11 rakaat dengan witir diselesaikan, dan kini waktunya berdialog dengan sang pemilik bumi dan langit, yang memiliki segala galanya, yang mengabulkan semua doa orang orang yang bermunajat pada malam nan hening ini, semoga saya menjadi <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">salah satu</span> hamba pilihanNYA yang memperolah cintaNYA di sepertiga mlmy ang hening ini …</p>
<p style="text-align:justify;">Subhanallah, semoga tetesan airmata ini membawa ampunan, isakan ini semoga berbuah syurga dan terangkatnya tangan ini semoga berbunga kebahagiaan, amin ya ALLAH ya nurul qolbu <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" />.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:times new roman, new york, times, serif;">Ya ALLAH, tahukah Engkau bahwa malam ini hamba sangat merindukanMu… sangat ingin berbicara denganMu, sangat ingin berdua saja denganMu,<span id="more-80"></span> sangat ingin Engkau mendengarkan apa saja yang hamba alami dibumi milikMu, sangat ingin dimanjakan olehMu, sangat ingin disayangi dengan segenap kasih sayangMu, sangat ingin tidak ada hijab, tidak ada jarak diantara kita, sangat ingin Engkau memaafkan segala kesalahan hamba dimasa masa yang lalu agar kita bisa bersama hingga ujung napas hamba, bahkan setelah napas hamba berpisah dari raga  ini…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:times new roman, new york, times, serif;">Ya ALLAH tahukah Engkau bahwa namaMu selalu hamba sebut disetiap langkah hamba… bahwa namaMu adalah nama terindah yang pernah hamba kenal, bahwa dengan menyebut namaMu hati hamba akan kembali tenang, bahwa namaMu mampu membuat segumpal daging merah bernama hati didalam jiwa hamba bergetar, bahwa namaMu begitu indah bukan hanya ditelinga hamba, tapi diseluruh darah yang mengalir sempurna didalam raga hamba bahkan berdetak sempurna bak rentakan rampak gendang dijantung hati hamba… <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:times new roman, new york, times, serif;">Ya ALLAH hamba ingin Engkau tahu bahwa sangat mencintaiMu melebihi apapun yang disinari oleh matahariMu, sayang ingin Engkau tahu bahwa cinta hamba ini membuat hamba ingin terus memperbaiki diri agar Engkau tahu bahwa semua yang hamba lakukan adalah untuk memperoleh cintaMu karena hamba tahu bahwa hamba tidak bertepuk sebelah tangan atas cinta ini…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:times new roman, new york, times, serif;">Ya ALLAH kehadiranMu selalu ada dalam setiap helaan napas hamba, tak sehelapun tanpa kehadiranMu, Engkaulah pelepas dahaga jiwa hamba, Engkaulah penghapus rasa lapar jiwa hamba, penyejuk mata, cahaya akal, pengharum batin, Engkaulah penawar racun didalam raga hamba… <strong>You are my everything, You are the step I made, You are my daily sunshine <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:times new roman, new york, times, serif;">Ya ALLAH jangan tinggalkan hamba, jangan jauhi hamba jika hamba salah, … tak ada yang lebih baik dari yang hamba miliki kecuali Engkau, <strong>tak ada cinta yang lain</strong>, tak akan hamba mencintai apapun diduniaMu yang akan membuat Engkau cemburu dan marah lalu meninggalkan hamba, TAK AKAN hamba berselingkuh dengan Tuhan lain selain Engkau, tak akan ada cinta yang lain wahai ALLAH </span></p>
<p style="text-align:justify;">Ya ALLAH, hamba sadar hidup ini singkat, hamba sadar hidup ini sementara, karena itu curahkan dalam hati hamba keimanan yang tanpa putus, tentramkan hati hamba dengan terus mengingat ENGKAU, damaikan jiwa hamba dengan menyebut namaMU duhai kekasih hati, duhai Ar Rahman Ar Rahim <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /> Ya ALLAH, hamba mengakui bahwa hamba masih saja lalai berbuat dosa, untuk ini hamba memohon ampunan malam ini ya ALLAH, ampuni hamba terimalah tobat hamba, Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin…&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai sudah shalat dan bermunajat,.. kini waktunya membaca surat cinta dari ALLAH,  membuka lipatan kayu terukir dan meletakan AlQuran diatasnya, membaca ayat demi ayat dengan suara yang nyaris tak terdengar karena bumi masih terlelap dan suara isakan jiwa saya mengalahkan suara ayat ayat yang keluar dari mulut ini … ah indahnya nyanyian tanpa suara ini, dan ALLAH pasti menyukai surat-suratnya saat saya bacakan dalam sepertiga mlm hening ini, irhamnna ya ALLAH <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p style="text-align:justify;">Amin ya Rabbal alamin… Maha benar ALLAH dengan segala firmanNYA … tak ada yang tersembunyi dan mampu kami sembunyikan <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Saudaraku, bahagia sekali seandainya yang saya lukiskan itu adalah kita semua, semoga ALLAH masih memberi kesempatan dan menerima kita menjadi hamba-hambanya yang kelak akan bertemu denganNYA &#8230;.Aamiin..</em></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=80&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/04/17/malam-terindah-dengan-kekasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSEP ISLAM DALAM MEMILIH PEMIMPIN</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/04/09/konsep-islam-dalam-memilih-pemimpin/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/04/09/konsep-islam-dalam-memilih-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 10:15:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[A.    Pendahuluan Hari ini tanggal 9 April 2009, rakyat Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi memilih wakil rakyat yang akan duduk di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat. Banyak Partai dengan beragam latar belakang ideologi dan haluan menawarkan beragam Caleg (Calon Legislatif) sebagai calon pemimpin yang akan mewakili dan menyuarakan kepentingan rakyat di lembaga legislatif Dewan Perwakilan Rakyat. Selesai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=77&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">A.</span><span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Pendahuluan</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hari ini tanggal 9 April 2009, rakyat Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi memilih wakil rakyat yang akan duduk di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat. Banyak Partai dengan beragam latar belakang ideologi dan haluan menawarkan beragam Caleg (Calon Legislatif) sebagai calon pemimpin yang akan mewakili dan menyuarakan kepentingan rakyat di lembaga legislatif Dewan Perwakilan Rakyat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selesai memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif, rakyat Indonesia akan melanjutkan memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden sebagai pemimpin bangsa yang akan memimpin perjalanan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia dalam 5 (lima) tahun ke depan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Para calon pemimpin, baik yang akan duduk di lembaga legislatif maupun eksekutif mengampanyekan diri sebagai pemimpin terbaik yang layak dipilih masyarakat untuk membawa bangsa dan negara maju dan makmur di masa depan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagaimanakah Islam memandang tentang Pemimpin dan Kepemimpinan, serta seperti apakah pemimpin yang baik itu?<span id="more-77"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">B.</span><span style="font:7pt &quot;">     </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Pemimpin Dalam Pandangan Islam</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada prinsipnya menurut Islam setiap orang adalah pemimpin. Ini sejalan dengan fungsi dan peran manusia di muka bumi sebagai <em>khalifahtullah, </em>yang diberi tugas untuk senantiasa mengabdi dan beribadah kepada-Nya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Allah berfirman:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi&#8221;. Mereka berkata: &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8221; Tuhan berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui&#8221;. (Al-Baqarah: 30)</span></em><span lang="IN"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span dir="ltr" lang="IN"><span><span style="font-size:small;">              </span></span></span><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz-Dzaariyaat: 56)</span></em><span lang="IN"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>              </span>Rasulullah SAW. bersabda:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">عن عبد الله بن عمر رضي الله عنه, أن رسول الله ص م, قال: (كلكم راع فمسئول عن رعيته, فالأمير الذي علي الناس راع وهو مسئول عنهم, والرجل راع علي أهل بيته وهو مسئول عنهم, والمرأة راعية علي بيت بعلها وولده وهي مسئولة عنهم, والعبد راع علي مال سيده وهو مسئول عنه, ألافكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته) اخرجه البخاري</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><em><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dari Abdullah bin Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Masing-masing kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir (Presiden) yang memimpin masyarakat adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinannya atas mereka. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin atas ahli (keluarga) di rumahnya, dia akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinannya atas mereka. Seorang perempuan (isteri) adalah pemimpin atas rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dia akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinannya atas mereka. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya, dia akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinannya atas harta itu. Ketahuailah masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinan atas yang dipimpinnya”. (HR. Bukhari)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam implementasinya, pemimpin terbagi dua: <em>Pertama, </em>pemimpin yang dapat memimpin sesuai dengan apa yang diamanatkan Allah dan Rasul-Nya dan <em>kedua, </em>pemimpin yang menyelisihi amanat Allah dan Rasul-Nya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Firman Allah:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (As-Sajdah: 24)</span></em><span style="font-size:16pt;" lang="IN"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Dan Kami jadikan mereka (Firaun dan bala tentaranya) pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong</span></em><span lang="IN">. <em>(Al-Qashash: 41)</em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">C.</span><span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Kriteria Pemimpin Dalam Islam</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Banyak sekali ayat al-Qur’an dan Hadis menyebutkan bagaimana hendaknya setiap orang yang Nabi katakan sebagai pemimpin baik bagi diri dan keluarganya, dan terlebih mereka yang menyatakan diri siap sebagai pemimpin bagi masyarakat, bersikap dan berperilaku dalam kehidupan mereka sehari-hari, di antaranya adalah:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Mengajak Bertaqwa Kepada Allah</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah. (Al-Anbiya’: 73)</span></em><span lang="IN"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 36pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (As-Sajdah: 24)</span></em><span lang="IN"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Adil Kepada Semua Orang Dan Tidak Pandang Bulu</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">يَادَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.</span></em><span lang="IN"> <em>(Shad: 26)</em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan</span></em><span lang="IN">. <em>(An-Nisa’: 135)</em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.</span></em><span lang="IN"> <em>(Ali Imron: 110)</em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Menjadi Suri Tauladan Yang Baik Bagi Masyarakat</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab: 21)</span></em><span lang="IN"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Mendorong Kerja Sama Dalam Memperjuangkan Kesejahteraan Bersama</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"><span>  </span></span><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ<span>          </span></span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><em><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Al-Maidah: 2)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">6.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Mengukuhkan Tali Persaudaraan dan Kesatuan dan Persatuan</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:45pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imron: 103)</span></em><span lang="IN"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">7.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Akomodatif, Pemaaf, Merangkul Semua Golongan dan Mengedepankan Musyawarah Dalam Setiap Mengambil Keputusan Penting Untuk Masyarakat</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali Imron: 159)</span></em><span lang="IN"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">8.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Jujur dan Amanat</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.</span></em><span lang="IN"> <em>(An-Nisa’ : 58)</em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nabi SAW. bersabda:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:right;margin:0 0 0 36pt;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وعن ابوهريرة قال:قال رسول الله ص م :ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامةولايزكيهم ولاينظراليهم ولهم عذاب أليم: شيخ زان, وملك كذاب, وعائل مستكبر. رواه مسلم</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Dari Abu Hurairah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW.: “Tiga golongan, Allah tidak akan berbicara, mensucikan dan melihat <span> </span>kepada mereka, dan bagi merekalah siksa yang pedih; orang tua pezina, pemimpin yang suka bohong dan orang miskin yang sombong. </span></em><span lang="IN">(HR. Muslim).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">9.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Berwawasan Dan Berpengetahuan Luas dan Mencintai Ilmu Pengetahuan</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan</span></em><span lang="IN">. <em>(Al-Mujadilah: 11)</em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">10.</span><span style="font:7pt &quot;">  </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Teguh Pendirian, Tegar dan Sabar Dalam Menghadapi Ujian</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:right;margin:12pt 36pt 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ</span><span dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="IN">Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Huud: 112)</span></em><span lang="IN"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 36pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0 36pt;"><em><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar. (al-Ahqaf: 35)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">D.</span><span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Tanggung Jawab Pemimpin</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Begitu berat tanggung jawab setiap pemimpin, ia harus siap dan dapat mewujudkan perilaku yang termuat dalam kriteria di atas dalam hidup kesehariannya. Sehingga tercipta suatu kondisi dimana pemimpin mencintai dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan karenanya semua rakyatpun mencintai dan mendukung kepemimpinannya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rasulullah bersabda:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:36pt;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:15pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">عن عَوْفَ بْنَ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ قُلْنَا أَفَلَا نُنَابِذُهُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ عِنْدَ ذَلِكَ قَالَ لَا مَا أَقَامُوا فِيكُمْ الصَّلَاةَ أَلَا مَنْ وُلِّيَ عَلَيْهِ وَالٍ فَرَآهُ يَأْتِي شَيْئًا مِنْ مَعْصِيَةِ اللَّهِ فَلْيَكْرَهْ مَا يَأْتِي مِنْ مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا يَنْزِعَنَّ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ . رواه مسلم واحمد والدرامى</span><span style="font-size:15pt;line-height:150%;" dir="ltr" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><em><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dari Auf bin Malik al-Asyja’i ia berkata, aku telah mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Sebaik-baik pemimpinmu adalah orang-orang yang kamu semua mencintainya dan mereka semua mencintaimu, kamu semua mendoakan kesejahteraan buat mereka, dan mereka mendoakan kesejahteraan buat kamu. Dan sejelek-jelek pemimpinmu adalah orang-orang yang kamu semua membenci mereka dan mereka membenci kamu, kamu semua melaknati mereka dan mereka melaknati kamu”. Kami bertanya: “Ya Rasulullah apakah tidak sebaiknya kita singkirkan mereka? Rasul menjawab: “Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat. Ketahuilah, barang siapa yang diberi kekuasaan, lalu masyarakat melihatnya menjalankan suatu perbuatan yang bermaksiat kepada Allah, hendaklah masyarakat membenci perbuatan penguasa yang bermaksiat ke pada Allah itu, dan janganlah ia menarik diri dari ketaatan (pada yang baik). (HR. Muslim, Ahmad, dan Ad-Daromi).</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Karena beratnya menciptakan kondisi kepemimpinan seperti di atas, Rasulullah SAW. melarang sahabatnya meminta-minta untuk menjadi pemimpin, khawatir sulit merealisasikan tanggung jawab ini.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rasulullah SAW. bersabda:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">عن عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُوتِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُوتِيتَهَا مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ وَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ . رواه البخاري</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><em><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dari Abdurrahman bin Samrah berkata; telah bersabda Nabi SAW.: “Wahai Abdurrahman bin Samrah, janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin, karena sesungguhnya, jika engkau diberi jabatan karena meminta maka engkau akan dibebani sebagai wakil atas jabatan itu, dan jika diberi jabatan dengan tanpa meminta, maka engkau akan ditolong dalam menjalankan tugas itu. Dan jika engkau bersumpah, lalu engkau melihat bahwa yang berlawanan dengan sumpah itu lebih baik, maka bayarlah kifarat atas sumpahmu, dan kerjakanlah apa yang engkau pandang lebih baik”. (HR. Bukhari).</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam melaksanakan tanggung jawabnya, pemimpin hendaknya ikhlas dalam rangka beribadah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berkomitmen untuk tidak mengkhianati amanat yang diembannya. Ia tidak boleh melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme yang mencederai tanggung jawab yang harus dipikulnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rasulullah SAW. bersabda:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:right;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">عن أبى هريرة قال (لعن رسول الله ص م الراشي والمرتشي في الحكم) رواه احمد والاربعة, وحسنه الترمذي,وصححه ابن حبان.</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="EN-US">Dari Abi Hurairah RA. Berkata: “Rasulullah SAW. melaknat penyuap dan penerima suap dalam perkara hukum” HR. Ahmad dan al-Arba’ah. Imam Tarmidzi menganggap hadis ini hasan, dan Ibn Hiban menganggapnya shoheh.</span></em><em><span style="font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"></span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:16pt;" lang="EN-US"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:right;margin:0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">عن أبي حميد الساعدى, أن رسول الله ص استعمل عاملا, فجاءه العامل فرغ من عمله, فقال: يارسول الله هذا لكم, وهذا أهدي لي. فقال له: (أفلا قعدت في بيت أبيك وأمك فنظرت أيهدى لك أم لا؟) ثم قام رسول الله ص م عشية بعد الصلاة, فتشهد وأثنى على الله بما هو أهله, ثم قال: (أما بعد, فمابل العامل نستعمله فيأتينا فيقول هذا من عملكم,وهذا أهدى لي, أفلا قعد فى بيت أبيه وأمه فنظر هل يهدى له أم لا؟ فو الذي نفس محمد بيده! لايغل أحدكم منها شيئا إلا جاء به يوم القيمة يحمله على عنقه, إن كان بعيرا جاء به رغاء, وإن كانت بقرة جاء بها لها خوار, وإن كانت شاة جاء به تيعر, فقد بلغت) فقل أبو حميد: ثم رفع رسول الله ص م يده حتى إن لننظر إلى عفرة إبطيه. أخرجه البخاري </span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="EN-US"><span>           </span></span><span style="font-size:small;"><em><span lang="EN-US">Dari Abi Hamid as Sa’idi sesungguhnya Rasullah SAW. mengangkat seorang pegawai, lalu selesai melaksanakan tugas datang mendatangi Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, harta ini untukmu (bagian Negara) dan yang ini adalah hadiah yang aku terima”. Lalu Rasulullah bersabda kepadanya: “Mengapa engkau tidak duduk saja di rumah bapak dan ibumu,<span>  </span>lalu engkau tunggu apakah engkau akan diberi hadiah ataukah tidak?!”. Kemudian selesai menunaikan shalat Isya’ <span> </span>bersabda Rasulullah SAW.: “Amma ba’du, Ada apa dengan pegawai<span>  </span>yang telah aku angkat ini, ia datang menemui kita dan berkata: “Harta ini bagianmu (milik Negara), dan yang ini sebagai hadiah untukku”, Mengapa ia tidak duduk saja di rumah bapak dan ibunya, lalu ia menunggu apakah ada yang akan memberinya hadiah atau tidak?, Sungguh demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya!, Janganlah salah seorang diantara kamu menyalahgunakan dari harta itu sedikitpun, kecuali ia akan datang pada hari kiamat dengan memikul harta itu, kalau harta itu berupa onta ia akan meringkik, kalau berupa sapi ia akan mengemoo, kalau ia berupa kambing, ia akan mengembek, aku telah menyampaikan berita ini”. Berkata Abu Hamid: Lalu Rasulullah menganglat tangannya, sehingga kami dapat melihat putih ketiaknya. (HR. Bukhari).</span></em><em><span lang="IN"></span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">E.</span><span style="font:7pt &quot;">     </span></span></span></strong><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Kewajiban Rakyat Terhadap Pemimpin</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sebagai rakyat tugasnya adalah taat kepada perintah pemimpin sepanjang perintah itu dalam rangka mewujudkan tanggung jawabnya yang tertuang dalam kriteria disebutkan di atas tadi, yakni dalam upaya melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Allah SWT. Berfirman:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:right;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:12pt 0 0;"><em><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur&#8217;an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An-Nisa’: 59)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Batas ketaatan rakyat terhadap pemimpinnya adalah rakyat wajib mentaati semua perintah pemimpin selama pemimpin itu memerintahkan taqwa kepada Allah, sedangkan bila perintah itu untuk bermaksiat kepada Allah, maka gugurlah kewajiban untuk mentaatinya, dan muncul kewajiban baru yaitu nahi munkar ialah mencegah pemerintah dari menjalankan perbuatan maksiat tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rasulullah SAW. bersabda:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">حديث علي رضي الله عنه قال: بعث النبي ص م سرية وأمر عليهم رجلا من الانصار وأمرهم أن يطيعوه. فغضب عليهم, وقال: أليس قد أمر النبي ص م أن تطيعوني؟ قالوا بلي.قال:عزمت عليكم لما جمعتم حطبا وأوقدتم نارا ثم دخلتم فيها. فجمعوا حطبا,فأوقدوا. فلما هموا بالدخول, فقام ينظر بعضهم إلى بعض, قال بعضهم: إنما تبعنا النبي ص م فرارا من النار, أفندخلها؟ فبينما هم كذلك إذخمدت النار,وسكن خضبه. فذكرلنبي ص م, فقال: (لودخلوها ما خرجوا منها أبدا, أنما الطاعة في المعروف). أخرجه البخاري</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"><span style="font-family:Times New Roman;">.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="EN-US">Dari Ali RA. berkata: (Suatu hari ) Nabi SAW. mengutus bala tentara dan mengangkat seorang laki-laki Anshor sebagai komandan, dan Nabi memerintahkan kepada seluruh bala tentara untuk mentaati sang komandan. Suatu saat sang komandan marah kepada prajuritnya dan berkata: &#8220;Bukankah Nabi SAW. memerintahkan kalian semua untuk taat kepadaku?&#8221;. Para prajurit menjawab: &#8220;Benar, komandan!&#8221;. Komandan berkata: &#8220;Aku perintahkan kamu semua untuk mengumpulkan kayu bakar, lalu bakar ia dengan api, setelah itu masuklah kamu semua ke dalamnya!&#8221;. Lalu para prajurit mengumpulkan kayu bakar dan menyalakannya. Tatkala mereka bermaksud untuk memasukinya, berdirilah setiap prajurit saling memandang diantara mereka, berkata sebagian prajurit: &#8220;Sesungguhnya kita semua mengikuti Nabi SAW. karena kita berlari dari api (neraka), apakah kita sekarang akan memasukinya?&#8221;. Manakala mereka dalam keadaan demikian, padamlah api tadi, dan hilanglah marah sang komandan. Lalu kejadian itu dicertikan kepada Nabi SAW. dan Nabi bersabda: &#8220;Andaikan saja kamu semua memasuki api itu, pasti kamu tidak akan pernah keluar selamanya (mati dan masuk neraka). Sesungguhnya ketaatan kepada pemimpin itu adalah dalam hal yang Ma&#8217;ruf&#8221;. (HR. Bukhari)</span></em><span lang="EN-US"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:12pt 0 0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Allah berfirman:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:right;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَلَا تُطِيعُوا أَمْرَ الْمُسْرِفِينَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:12pt 0 0;"><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="EN-US">Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas</span><span dir="rtl" lang="AR-SA">,</span><span lang="EN-US"> (asy-syuara: 151)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:12pt 0 0;"><strong><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">F. Petunjuk Allah Dalam Memilih Pemimpin</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Karena alasan ini, kini saatnya kita berhati-hati untuk menentukan pilihan pemimpin yang dapat memenuhi kriteria di atas, dengan memperhatikan petunjuk Allah dalam memilih pemimpin, ialah:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 18pt;"><strong><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">1. <span> </span>Pilihlah Pemimpin Yang Seakidah dan Memenuhi Kriteria Pemimpin Tersebut di Atas.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:right;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><em><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al-Maidah: 51)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><em><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. (Al-Maidah: 57)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0 18pt;"><strong><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">2. Pilihlah Pemimpin Yang Mengajak Bertaqwa Kepada Allah dan Jangan Memilih Pemimpin Yang Mendorong Bermaksiat Kepada-Nya Meskipun Ia Keluarga Kita.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا ءَابَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ</span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="EN-US">Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (At-Taubah: 23).</span></em><span class="qurandatasmall"><span lang="EN-US"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><span class="qurandatasmall"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kesalahan dalam memilih pemimpin dapat menyebabkan penyesalan dikemudian hari:</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:12pt 0 0;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"><span class="qurandatasmall"><span style="font-size:16pt;" lang="AR-SA">وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا</span></span><span class="qurandatasmall"><span style="font-size:16pt;" dir="ltr" lang="EN-US"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0 0;"><em><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan mereka berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta&#8217;ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). (al-Ahzab: 67)</span></span></span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=77&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/04/09/konsep-islam-dalam-memilih-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilih BEKERJA atau BISNIS?!</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/21/pilih-bekerja-atau-bisnis/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/21/pilih-bekerja-atau-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 12:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Saudaraku.. Menjadi seorang entrepreneur adalah sebuah cita – cita mulia yang perlu di pahami secara menyeluruh. Tidak cukup sekedar ingin berbisnis, tetapi perlu dikaji segala aspek yang menyertainya. Misal: bisnis apa yang rencananya akan dijalani?, sebaiknya rencana bisnis yang akan dijalani adalah kelanjutan dari rintisan aktivitas kerja yang selama ini sudah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=68&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-68"></span><!--more--><!--more-->
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Assalamu&#8217;alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, </span></em><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><br />
</span></em><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Saudaraku..</span></em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Menjadi seorang entrepreneur adalah sebuah </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">cita – cita mulia </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">yang perlu di pahami secara menyeluruh. Tidak cukup sekedar ingin berbisnis, tetapi perlu dikaji segala aspek yang menyertainya.<br />
Misal: </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">bisnis apa yang rencananya akan dijalani?, </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">sebaiknya rencana bisnis yang akan dijalani adalah kelanjutan dari rintisan aktivitas kerja yang selama ini sudah di tekuni, jelas ini merupakan sebuah kelanjutan sebuah proses panjang yang terencana, sehingga menjadi sebuah kesatuan langkah yang terorganisir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Banyak saudara – saudara kita hanya sekedar latah ingin mencicipi apa itu arti sebuah “bisnis”, tanpa pernah menyadari perlunya sebuah pengkondisian situasi &amp; kondisi yang mengantarkan pelakunya pada sebuah makna yang disebut “professional”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Sebagai dasarnya adalah </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">perubahan “Mind Set” pelakunya </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><!--more-->untuk siap berpindah kuadran dari dimensinya para </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">“KULI” (baca: karyawan ) <!--more--></span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">kedimensinya para </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">majikan (baca: business owner ), </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">perubahan ‘mind set’ ini bukan hal yang mudah,<!--moreSelanjutnya--> karena sebahagian besarnya (hampir mendekati angka 90% ) hampir selalu gagal mengeksekusi proses perpindahannya.<!--Selanjutnya--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Teori &amp; data lapangannya mengatakan bahwa </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">9 dari 10 manusia yang terjun ke bisnis tumbang di 2 tahun awal perjalanan bisnisnya</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">, sisanya yang lolos perlu melewati pase di tahun ke 5 berikutnya &amp; hasilnya: </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">9 dari 10 yang lolos kembali tumbang di fase 5 tahun </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">tersebut alias gagal/ bangkrut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Dunia bisnis memang “Ganas”, barang siapa yang tidak memiliki bekal lengkap &amp; benar maka waktu jualah yang akan menentukan nasib hasil akhirnya: </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">the winner atau pecundang???</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Fenomena disekeliling kita seperti bertaburan para pebisnis baru yang selalu muncul </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">tanpa pernah mengenal lelah &amp; pantang kapok</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">, <!--selanjutnya-->mereka selalu hadir seiring perjalanan waktu, </span><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">begitu juga panggung bisnis daya tarik magnitnya membuat mereka yang mengaku memiliki “nyali doubel” mencoba keberuntungannya untuk menjadi figur sejarah yang melegenda seperti: colonel sanders, MC D, Toyota, Honda. Bill Gates, Eka cipta wijaya, Bob sadino, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Sayangnya sebuah proses bisnis bukan </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">mie instan </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">yang bisa segera di santap dalam hitungan menit, . </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Bisnis adalah sebuah proses panjang sebuah perjuangan</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">, didalamnya lengakap menjadi sebuah kesatuan rasa, ada harap – harap cemas, ada penantian yang tidak pasti kehadirannya, ada kehidupan yang menghadirkan peluang kematian, ada putus harapan yang berujung pada kemenangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Siapapun anda yang hanya ingin membayangkan indahnya sebuah prestasi dalam dunia bisnis tanpa perjuangan sama saja dengan petualang jagat raya yang sedang menghadapi <strong><em>“fatamorgana”</em></strong> kehidupan, tanpa pernah menyadari bahwa itu hanya sekedar “fatamorgana” belaka, sebahagian besar para petualang tadi hanya menjumpai jasad kematian hidupnya yang tidak pernah disadarinya selama ini atau sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Dunia bisnis hanya diperuntukan bagi mereka yang terbukti layak disebut “</span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">PETARUNG SEJATI”, </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">motto kehidupan duniawinya coba saya ilustrasikan seperti mottonya<strong> kopassus</strong> (</span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">“Lebih baik pulang nama, daripada gagal dalam tugas” </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">) sebuah pola fikir &amp; sikap mental yang sangat menginspirasi sebuah keberhasilan yang sensasional dimuka bumi, sebenarnya motto di atas hampir sudah dimiliki oleh mottonya kita di Islam, seorang muslim sejati wajib memiliki motto ini dalam kehidupannya: </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">“ HIDUP MULIA atau MATI DIJALAN ALLAH SWT (SYAHID) “</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">, artinya pebisnis adalah petarung sejati yang selalu mengambil jalannya para </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">“CLIMBERS” (PENDAKI) </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">mereka yang terus mengabdikan hidupnya untuk terus mendaki, mendaki &amp; terus mendaki sampai malaikat maut menjemput nyawanya, bukan jalannya para “CAMPERS” (BERKEMAH) apalagi para “ QUITTERS” (BERHENTI SEJAK AWAL) yang paling hobi mengatakan: belum bisa, belum pernah, belum pengalaman, atau kata – kata naïf lainnya yang mencerminkan sikap manja yang jauh dari nilai sebuah kejantanan (baca: petarung ) sejati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">NOW, bagaimana menjawab pertanyaan bahwa disekeliling kita banyak sekali pelaku – pelaku kehidupan yang mengaku berprofesi sebagai PEBISNIS, baca saja kartu namanya mereka dengan bangga mengaku sebagai wujud manusia berbeda karena membandingkan dirinya dengan para pekerja (baca: karyawan, kuli, buruh, dan sebagainya ). Benar mereka memang beda jika hanya sekedar di bandingkan para ‘pemburu uang’ atau para penunggu gaji diakhir bulan alias orang gajian. Padahal sebenarnya status mereka tidak berbeda jauh alias sami mawon bahasa asingnya atau sama saja jika dilihat dari sisi prespektif ilmiah duniabisnis yang sebenarnya. Mereka sama – sama penganut paham </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">“ACTIVE INCOME (AI)” </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">artinya mereka akan mendapatkan income (penghasilan) jika mereka active bekerja keras, semakin mereka super active bekerja maka otomatis pendapatan mereka bertambah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Pebisnis jenis ini amat sangat banyak jumlahnya, sering disebut yang level terendahnya sebagai pelaku pedagang kaki lima. Jadi singkat kesimpulannya mereka yang sedang </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">” beraktivitas &amp; mengaku sebagai pebisnis </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">tetapi pertambahan pendapatannya baru bertambah kalau yang bersangkutan juga menambah jumlah waktu &amp; energi kerjanya, maka manusia jenis ini masih belum layak meng claim atau menyebut dirinya sebagai </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">“BUSINESS OWNER/PENGUSAHA”, </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">mereka baru sebatas menjadi seorang </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">“SELF EMPLOYEE” </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">atau: </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">PEKERJA MANDIRI </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">atau bisa juga disebut </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">PEKERJA BISNIS</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">, yang pasti bukan Business Owner/<strong>Pengusaha</strong>?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Ada 3 komponen besar dalam proses pemberdayaan manusia, yaitu unsure: Kognitif, Afektif, &amp; Psikomotorik.<br />
</span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Kognitif</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"> yang akan mengantarkan anda memiliki </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">KNOWLEDGE (pengetahuan ), </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">lalu </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Afektif </span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">yang akan membuat anda memiliki sikap mental siap berubah total yang berwujud </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">ATTITUTE</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">, &amp; </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">psikomotorik</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"> yang mengakibatkan anda akhirnya memiliki ketrampilan hidup baru, yaitu </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">LIFE SKILL</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0 0 7.5pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Nah apa sih sebetulnya </span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">SUKSES</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"> yang sangat kita inginkan? Mungkin akan sama seperti kepanjangan dari<span>  </span>kata <strong>SUKSES</strong> itu sendiri:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;text-align:left;margin:0 18pt 0 36.6pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><span>1.<span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">S</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">ehat: pikiran, spiritual, &amp; phisik </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;text-align:left;margin:0 18pt 0 36.6pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><span>2.<span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">U</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">murnya panjang &amp; berkah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;text-align:left;margin:0 18pt 0 36.6pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><span>3.<span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Ka</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">ya raya &amp; sejahtera </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;text-align:left;margin:0 18pt 0 36.6pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><span>4.<span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">S</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">enang &amp; bahagia hidupnya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;text-align:left;margin:0 18pt 0 36.6pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><span>5.<span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">E</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">tos kerjanya professional </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;text-align:left;margin:0 18pt 0 36.6pt;" align="left"><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><span>6.<span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span><strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">S</span></strong><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">urga firdaus akhirnya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0;" align="left"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0;" align="left"><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Marilah kita menjadi Manusia SUKSES&#8230;Ayo siapa yang mau&#8230;.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0;" align="left"><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Mulai dari sekarang, Mulai dari hal yang kecil, dan jelas mulai dari dalam diri disendiri&#8230;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0;" align="left"><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Wallahu a’lam bishowab, </span></em><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><br />
</span></em><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-align:left;margin:0;" align="left"><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN">Asep Saepudin</span></em><em><span style="font-size:9pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="EN"><br />
</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=68&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/21/pilih-bekerja-atau-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abdurrahman bin Auf</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/20/abdurrahman-bin-auf/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/20/abdurrahman-bin-auf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 10:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam; termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga; termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah (sebagai formatur) dalam pemilihan khalifah sesudah Umar bin Khattab r.a.; dan seorang mufti yang dipercayai Rasulullah saw. untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=65&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam; termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga; termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah (sebagai formatur) dalam pemilihan khalifah sesudah Umar bin Khattab r.a.; dan seorang mufti yang dipercayai Rasulullah saw. untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Namanya pada masa jahiliah adalah Abd Amr. Setelah masuk Islam Rasulullah saw. memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Itulah dia Abdurrahman bin Auf r.a.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah saw. masuk ke rumah Al-Arqam, yaitu dua hari sesudah Abu Bakar ash-Shidiq masuk Islam. Sama halnya dengan kelompok kaum muslimin yang pertama-tama masuk Islam, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy, tetapi dia sabar dan tetap sabar. Pendiriannya teguh dan senantiasa teguh. Dia menghindari dari kekejaman kaum Quraisy, tetapi selalu setia dan patuh membenarkan risalah Muhammad. Kemudian dia turut pindah (hijrah) ke Habasyah bersama-sama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan kaum Quraisy yang senantiasa menerornya<span id="more-65"></span>.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Tatkala Rasulullah saw. dan para sahabat beliau diijinkan Allah hijrah ke Madinah. Abdurrahman menjadi pelopor bagi orang-orang yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya. Dalam perantauan, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang muhajirin dan orang-orang Anshar. Maka Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ al-Anshari r.a.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Pada suatu hari Sa’ad berkata kepada saudaranya, Abdurrahman, “Wahai saudaraku Abdurrahman! Aku termasuk orang kaya di antara penduduk Madinah. Hartaku banyak. Saya mempunyai dua bidang kebun yang luas, dan dua orang pembantu. Pilihlah olehmu salah satu di antara kedua kebun itu, kuberikan kepadamu mana yang kamu sukai. Begitu pula salah seorang di antara kedua pembantuku, akan kuserahkan mana yang kamu senangi, kemudian aku nikahkan engkau dengan dia.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Jawab Abdurrahman bin Auf, “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Saudara, kepada keluarga Saudara, dan kepada harta Saudara. Saya hanya akan minta tolong kepada Saudara menunjukkan di mana letaknya pasar Madinah ini.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Sa’ad menunjukkan pasar tempat berjual beli kepada Abdurrahman. Maka, mulailah Abdurrahman berniaga di sana, berjual beli, melaba dan merugi. Belum berapa lama dia berdagang, terkumpullah uangnya sekadar cukup untuk mahar menikah. Dia datang kepada Rasulullah memakai harum-haruman. Beliau menyambut kedatangan Abdurrahman seraya berkata, “Wah, alangkah wanginya kamu, hai Abdurrahman.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Kata Abdurrahman, “Saya hendak menikah ya Rasulullah.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Tanya Rasulullah, “Apa mahar yang kamu berikan kepada istrimu?”<br />
Jawab Abdurrahman, “Emas seberat biji kurma.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Kata Rasulullah, “Adakan kenduri, walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Kata Abdurrahman, “Sejak itu dunia datang menghadap kepadaku (hidupku makmur dan bahagia). Hingga seandainya aku angkat sebuah batu, maka dibawahnya kudapati emas dan perak.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Dalam Perang Badar, Abdurrahman turut berjihad fi sabilillah, dan dia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, antara lain Umair bin Utsman bin Ka’ab bin Auf at-Taimy. Dalam Perang Uhud, dia tetap teguh bertahan di samping Rasulullah, ketika tentara muslimin banyak yang meninggalkan medan laga. Ketika selesai perang dan kaum muslimin keluar sebagai pemenang, Abdurrahman mendapatkan hadiah sembilan luka parah menganga di tubuhnya dan dua puluh luka kecil. Walau luka kecil, namun di antaranya ada yang sedalam anak jari. Sekalipun begitu, perjuangan dan pengorbanan Abdurrahman di medan tempur jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan perjuangan dan pengorbanannya dengan harta benda.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Pada suatu hari Rasulullah saw. berpidato membangkitkan semangat jihad dan pengorbanan kaum muslimin. Beliau berdiri ditengah-tengah para sahabat. Kata beliau, antara lain, “Bersedekahlah tuan-tuan! Saya hendak mengirim satu pasukan ke medan perang.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Mendengar ucapan Rasulullah saw. tersebut, Abdurrahman bergegas pulang ke rumahnya dan cepat pula kembali ke hadapan Rasululalh di tengah-tengah kaum muslimin. Katanya, “Ya Rasulallah! saya mempunyai uang emapt ribu. Dua ribu saya pinjamkan kepada Allah dan dua ribu saya tinggalkan untuk keluarga saya.” Lalu uang yang dibawa dari rumah itu diserahkan kepada Rasulullah dua ribu.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Sabda Rasulullah, “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu terhadap harta yang kamu berikan dan semoga Allah memberkati pula harta yang kamu tinggalkan untuk keluargamu.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Ketika Rasulullah bersiap untuk menghadapi Perang Tabuk, beliau membutuhkan jumlah dana dan tentara yang tidak sedikit, karena jumlah tentara musuh, yaitu tentara Rum cukup banyak. Di samping itu, Madinah tengah mengalami musim panas. Perjalanan ke Tabuk sangat jauh dan sulit. Dana yang tersedia hanya sedikit. Begitu pula hewan kendaraan tidak mencukupi. Banyak di antara kaum muslimin yang kecewa dan sedih karena ditolak Rasulullah saw. menjadi tentara yang akan turut berperang, sebab kendaraan untuk mereka tidak mencukupi. Mereka yang ditolak itu kembali pulang dengan air mata bercucuran kesedihan, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk disumbangkannya. Mereka yang tidak terima itu terkenal dengan nama Al-Bakkaain (orang yang menangis) dan pasukan yang berangkat terkenal dengan sebutan Jaisyul ‘Usrah (pasukan susah).</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Karena itu, Rasulullah memerintah kaum muslimin mengorbankan harta benda mereka untuk jihad fie sabilillah. Dengan patuh dan setia kaum muslimin memperkenankan seruan Nabi yang mulia. Abdurrahman turut memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Maka kata Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah saw., “Agaknya Abdurrahman berdosa, tidak meninggalkan uang sedikit juga untuk istrinya.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Rasulullah saw. bertanya kepada Abdurrahman, “Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk istrimu?”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Abdurrahman menjawab, “Ada! mereka saya tinggali lebih banyak daripada yang saya sumbangkan.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Tanya Rasulullah saw., “Berapa?”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Jawab Abdurrahman, “Sebanyak rezeki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Pasukan tentara muslimin berangkat ke Tabuk. Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperolah kaum muslimin seorang jua pun, yaitu ketika waktu salat sudah masuk, Rasulullah terlambat hadir. Maka, Abdurrahman menjadi imam salat berjamaah bagi kaum muslimin ketika itu. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu beliau salat di belakang Abdurrahman dan mengikutinya sebagai makmum. Apakah lagi yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad Rasulullah saw.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Setelah Rasululalh saw. wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan ummahatul mukminin (istri para Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu yang mulia itu bila bepergian. Apabila para ibu tersebut pergi haji, Abdurrahman turut pula bersama-sama mereka. Dia yang menaikkan dan menurunkan para ibu itu ke atas haudaj (sekedup) khusus mereka. Itulah salah satu bidang khusus yang ditangani Abdurrahman. Dia pantas bangga dan bahagia dengan tugas dan kepercayaan yang dilimpahkan para ibu orang-orang mukmin kepadanya.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Salah satu bukti yang dibaktikan Abdurrahman kepada ibu-ibu yang mulia, ia pernah membeli sebidang tanah seharga empat ribu dinar. Lalu tanah itu dibagi-bagikannya seluruhnya kepada fakir miskin Bani Zuhrah dan kepada para ibu-ibu orang mukmin, istri Rasulullah. Ketika jatah ibu Aisyah r.a. disampaikan orang kepadanya, ibu yang mulia itu bertanya, “Siapa yang menghadiahkan tanah itu buat saya?”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Orang itu menjawab, “Abdurrahman bin Auf.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Kata ibu Aisyah r.a., Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku, kecuali orang-orang yang sabar.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Begitulah doa Rasulullah saw. bagi Abdurrahman. Semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya sepanjang hidupnya, sehingga Abdurrahman menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Perniagaannya selalu meningkat dan berkembang. Kafilah dagangnya terus-menerus hilir mudik dari dan ke Madinah mengangkut gandum, tepung, minyak, pakaian, barang-barang pecah-belah, wangi-wangian dan segala kebutuhan penduduk.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Pada suatu hari iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman terdiri dari tujuh ratus unta bermuatan penuh tiba di Madinah. Ya! tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh, tidak salah. Semuanya membawa pangan, sandang, dan barang-barang lain kebutuhan penduduk. Ketika mereka masuk kota, bumi seolah-olah bergetar. Terdengar suara gemuruh dan hiruk pikuk. Sehingga Aisyah bertanya, “Suara apa hiruk pikuk itu?”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Dijawab orang, “Kafilah Abdurrahman dengan iring-iringan tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh membawa pangan, sandang serta lainnya.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Kata Asiyah r.a. “Semoga Allah melimpahkan berkat-Nya bagi Abdurrahman dengan baktinya di dunia, serta pahala yang besar di akhirat. Saya mendengar Rasululalh saw. bersabda, “Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak (karena surga sudah dekat sekali kepadanya).”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Sebelum menghentikan iring-iringan unta, seorang pembawa berita mengatakan kepada Abdurrahman bin Auf berita gembira yang disampiakan Aisyah, bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga. Serentak mendengar berita itu, bagaikan terbang ia menemuai ibu Aisyah. Katanya, “Wahai Ibu, apakah Ibu mendengar sendiri ucapan itu diucapkan Rasulullah?”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Jawab Aisyah, “Ya, saya mendengar sendiri.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Abdurrahman melonjak kegirangan. Katanya, “Seandainya aku sanggup, aku akan memasukinya sambil berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya, kuserahkan untuk jihad fisabilillah.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Sejak berita yang membahagiakan itu, Abdurrahman pasti masuk surga, maka semangatnya semakin memuncak mengorbankan kekayaannya di jalan Allah. Hartanya dinafkahkannya dengan kedua belah tangan, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, sehingga mencapai 40.000 dirham perak. Kemudian menyusul pula 40.000 dinar emas. Sesudah itu dia bersedekah lagi 200 uqiyah emas. Lalu diserahkannya pula 500 ekor kuda kepada para pejuang. Sesudah itu 1500 ekor unta untuk pejuang-pejuang lainnya dan tatkala dia hampir meninggal dunia, dimerdekakannya sejumlah besar budak-budak yang dimilikinya. Kemudian diwasiatkannya supaya memberikan 400 dinar emas kepada masing-masing bekas pejuang Perang Badar. Mereka berjumlah seratus orang, dan semua mengambil bagiannya masing-masing. Dia berwasiat pula supaya memberikan hartanya yang paling mulia untuk para ibu-ibu orang mukmin, sehingga ibu Aisyah sering mendoakannya, “Semoga Allah memberikannya minum dengan minuman dari telaga salsabil.”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Di samping itu, dia meningggalkan warisan pula untuk ahli warisnya sejumlah harta yang hampir tidak terhitung banyaknya. Dia meninggalkan kira-kira 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3000 ekor kambing, dia beristri empat orang. Masing-masing mendapatkan pembagian khusus 80.000, di samping itu masih ada peninggalannya berupa emas dan perak, yang kalau dia bagi-bagikan kepada ahli warinsnya dengan mengampak, maka potongan-potongannya cukup menjadikan seorang ahli warisnya manjadi kaya raya.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Begitulah karunia Allah SWT kepada Abdurrahman berkat doa Rasulullah kepadanya semoga Allah memberkatinya dan hartanya.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Walaupun begitu kaya rayanya, harta kekayaan itu seluruhnya tidak mempengaruhi jiwanya yang penuh iman dan takwa. Apabila ia berada di tengah-tengah budaknya, orang tidak dapat membedakan di antara mereka, mana yang majikan dan mana yang budak.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Pada suatu hari dihidangkan orang kepadanya makanan, padahal dia puasa. Dia menengok makanan itu seraya berkata, “Mushab bin Umair tewas di medan juang. Dia lebih baik daripada saya, waktu dikafani, jika kepalanya ditutup, maka terbuka kainnya. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sesungguhnya saya sangat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah memberikannya kepada kita (di dunia ini).”</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Sesudah berkata begitu, dia mengangis tersedu-sesudu, sehingga nafsu makannya jadi hilang.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Berkatalah Abdurrahman bin Auf dengan ribuan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Rasulullah saw. yang ucapannya selalu terbukti benar telah memberinya kabar gembira dengan surga jannatun na’im.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Telah turut menghantarkan jenazahnya ke tempatnya terakhir di dunia, antara lain sahabat yang mulia Sa’ad bin Abi Waqqash. Pada salat jenazahnya turut pula, antara lain, Dzun Nurain, Utsman bin Affan. Kata sambutan saat pemakaman, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:ＭＳ Ｐゴシック;">Dalam sambutannya antara lain Ali berkata, “Anda telah mendapatkan kasih sayang, dan Anda berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati Anda. Amin!”  </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=65&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/20/abdurrahman-bin-auf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ATAS　NAMA CINTA</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/12/atas%e3%80%80nama-cinta/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/12/atas%e3%80%80nama-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 11:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[  Asalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.. Sahabatku, yang dikasihi ALLAH SWT..   Dari pagi sampai malam hari dan pagi hari ini, rahmat ALLAH berupa hujan terus menerus menyirami bumi sakura milikNya, seolah ada suatu pesan yg tersirat didalamnya, yah dialah ALLAH yang maha kuasa, Dialah ALLAH yang menurunkan hujan, Dialah ALLAH yang punya kehendakyang kehendaknya tiada yang bisa menghalanginya..   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=61&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Asalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Sahabatku, yang dikasihi ALLAH SWT..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dari pagi sampai malam hari dan pagi hari ini, rahmat ALLAH berupa hujan terus menerus menyirami bumi sakura milikNya, seolah ada suatu pesan yg tersirat didalamnya, yah dialah ALLAH yang maha kuasa, Dialah ALLAH yang menurunkan hujan, Dialah ALLAH yang punya kehendakyang kehendaknya tiada yang bisa menghalanginya..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Sahabatku&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Pernah terlintas dalam pikiran bahwa hidup adalah berpindah dari satu waktu shalat ke waktu shalat yang lain, bahwa shalat adalah saat saya bertemu dengan pemilik jiwa saya … denganNya saya akan mengungkapkan apa yang terjadi dari satu waktu shalat ke waktu shalat yang lain, ketika shalat <strong>DHUHA</strong> misalnya, maka waktu nya menceritakan apa yang akan saya lakukan sepanjang hari ini, berharap semua menjadi mudah karena ada tangan ALLAH yang akan selalu membimbing saya   </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ketika waktu <strong>ZUHUR</strong> tiba maka waktunya mengadu kepada pemilik jiwa saya apa yang sudah saya lakukan sepanjang pagi ini, kesulitan yang saya temui, setan yang bernama malas yang hinggap membuat semua niat saya terbengkalai dan saya akan mohon ampunan jika yang saya lakukan sepanjang matahari bersinar pagi ini adalah sebuah kesalahan sambil terus bermohon agar ALLAH menjadi pendamping saya agar tak salah langkah yang saya ambil … </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ketika waktu <strong>ASHAR</strong> tiba … saya kan kembali menghadap kekasih saya ALLAH untuk bercerita dan berceloteh apa yang sudah saya lakukan sepanjang Zuhur ke Ashar, dan shalat di pergantian antara siang dan malam [waktu senja] ini adalah hal yang luar biasa “<strong><em>ya ALLAH sebentar lagi siangMU akan berlalu dan malamMU akan datang maka berilah saya ampunan dan sayangi saya ya ALLAH, beri saya kemudahan dalam mengisi napas yang ENGKAU titipkan ini, jadikan siang saya bermanfaat untuk umatMU dan jadikan malam saya penuh dengan kasih sayangMU</em>” </strong><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ketika <strong>MAHGRIB</strong> tiba … meski waktu ini sangat singkat tapi saya usahakan sedapat mungkin bisa berjamah, inilah saat berlalunya siang dan disambut dengan datangnya malam, saat setelah indanya mentari senja menyusup di pelabuhannya, Alangkah bahagianya seandainya saat itu saya berada di masjid, bersama para pencinta ALLAH berjamaah mendengarkan suara imam nan indah mengalun memasuki telinga, membacakan ayat ayat cinta milik ALLAH, surat surat indah yang melebihi indahnya bahasa pujangga akan memecah antar bumi dan langit, menggema direlung hati yang paling dalam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ketika <strong>ISYA </strong>datang, sungguh inilah puncak dari kelelahan saya sepanjang hari ini … dan inilah waktu terpanjang untuk berdua dengan ALLAH diatas sajadah cinta, meletakan kening bersujud, bertakbir dan mengagungkan namaNYA dengan segenap cinta dan lelah yang tak ada habisnya, inilah akhir dari dunia hari ini inilah akhir dari pengisian kerasnya hidup dan waktunya melepas semua lelah dan penat dengan mengadukan kepada pemilik hidup tentang hari ini yang begitu dan begitu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">TAHAJUD …. I love ALLAH, tak ada yang lebih saya cintai selain menikmati pukul 2:30 bersama kekasih saya, memindahkan segala resah, berharap ampunan, dan meletakan semua asa kepada pemilik segala harapan, tak ada yang tak mungkin bagi ALLAH untuk mengabulkan semua doa doa di penghujung malam ini, ditengah tiupan sepoi angin yang mengibas kening, bermuhasabah dan bermunajat </span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ketika adzan <strong>SUBUH</strong> menggema dan memecah kesunyian malam ( walau hanya dari suara program komputer, disini azan di Masjid tidak bisa keluar, umat islam masih minoritas), ketika kalimat assahllatu khairun minannaum menggema dan membangunkan seluruh persendian saya, subuh adalah waktu terbening untuk saya, dinginnya indah, anginnya lembut, dan sapuan air wudhu lebih terasa maknyusss !! setiap tetesnya membangun harapan untuk saya, harapan baru diatas napas yang baru saja ALLAH titipkan …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Shalat adalah Percakapan Paling Dalam dan Mesra antara pecinta dengan yang dicintai … [Jalaludin Rumi]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Iya atas nama CINTA kita menemui ALLAH disetiap waktu shalat kita kalau bukan ALLAH yang kita rindukan, maka kemana lagi kerinduan akan labuhkan … DIA lah yang maha menyelesaikan semua masalaha, bukan yang lain, DIA lah yang maha memiliki segala cinta untuk kita agar mata ini tetap bisa melihat, agar kaki ini tetap bisa merespon otak kita untuk melangkah agar bisa meneruskan cita cita kita..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Sahabat&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Selamat pagi semua … </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Salamat berkarya di hari baru ini&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Semoga hari ini adalah tetap menjadi hari terbaik kita&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Oh iya udah pasang alarm untuk tahajud jam 2:30 kan, cek yok dan pastikan kita menikmati jamuan ALLAH yang akan mengabulkan semua doa, ALLAH tidak pernah ingkar janji dan janjiNYA adalah mutlak, jadi tunggu apalagi,  kalo mau dikabulkan semua doa, tahajud lah jawabannya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Wassalamu`alaikum..</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Al Hub Fillah Walillah</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=61&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/12/atas%e3%80%80nama-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANUSIA　CERDAS</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/12/manusia%e3%80%80cerdas/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/12/manusia%e3%80%80cerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 11:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[  Sahabat&#8230; Tidak terasa waktu menggerogoti usia kita, tiapa hari kita ambil jatah hidup kita. jam demi jam berlalu, hari demi hari berganti, dan tahun demi tahun terus berguguran, bagai dedaunan yang meranggas karena takmampu lagi untuk bergantung.. Kita tidak tahu apakah masih banyak sisa usia kita atau sudah dekat bahkan sudah dekat sekali dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=56&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Sahabat&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Tidak terasa waktu menggerogoti usia kita, tiapa hari kita ambil jatah hidup kita. jam demi jam berlalu, hari demi hari berganti, dan tahun demi tahun terus berguguran, bagai dedaunan yang meranggas karena takmampu lagi untuk bergantung..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Kita tidak tahu apakah masih banyak sisa usia kita atau sudah dekat bahkan sudah dekat sekali dengan batas usia kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Berbahagialah bagi mereka yang kecepatan waktu berlalu sebanding dengan banyaknya perbekalan yang disiapkannya untuk satu perjalan panjang dan abadi, dimana hanya ada dua akhir tujuan perjalan yaitu surga atau neraka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Sahabat&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Pernahkah kita melayat/berta`ziyah saat ada saudara kita meninggal dunia.? Bisa jadi pemandangan yang terlihat kala itu sama seperti yang saya lukiskan sebagai berikut. Ketika saya sampai dirumah duka, raga sahabat saya sedang dimandikan untuk kemudian diberi kapas seluruh wajahnya dan untuk kemudian dikaffani lalu kemudian dinaikan di kerada berselendang hijau dan dishalatkan dan dimasukan kedalam lipatan tanah… lalu menunggu sang pemilik napas memanggil untuk mempertanggung jawabkan semua yang pernah dilakukan didunia yang fana ini, sejak lahir hingga tertutup panggung sandiwara yang diperankannya, usai sudah hanya tinggal nama yang akan diingat.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ketika kita melihat semua prosesi itu, yang mengeliat di dalam jiwa adalah jika yang terbaring kaku penuh senyum itu adalah diri sendiri, yang terbungkus kafan itu adalah diri ini dan yang diletakan dikeranda untuk kemudian dimasukan kedalam lipatan tanah itu adalah raga ini … lalu siapkah kita berdiri tegak dimahkamah ALLAH jika apa yang kita lakukan masih sama dengan yang kemarin kemarin??..cukupkah amalan kita untuk dapat mengharap ampunan dan syafaatnya,?? jika TIDAK maka yang terbayang adalah ketakutan yang tak terhingga, yang terbayang adalah azab yang sangat perih menindih raga dan jiwa ini, dan hampir dipastikan jika itu ditanyakan kepada diri saat ini “Sahabat, siap gak jika panggung sandiwara ditutup sekarang?” maka jawabannya adalah saya BELUM siap </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Lalu jika saat sandiwara didunia ini usai sudah, masih kah kita  mampu memohon agar diberi waktu lebih lama lagi, karena kita ingin memperbaiki nilai taqwa, menjalankan semua perintahNYA dan menjauhi laranganNYA… pasti sang penjemput akan mengatakan bahwa “<strong><em>waktu yang kemarin seharusnya cukup, untuk menghapus dosa dosa kamu, tapi kenapa kamu gak  pergunakan dengan baik setiap napas yang dititipkan</em>“</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Jika demikian terjadi bahwa saya bukan orang yang cerdas melihat berbagai peringatan dan kurang cerdas memanfaatkan waktu untuk memohon ampunan dan beribadah lebih giat lagi agar koper penuh dengan amalan ketika saya pulang nanti, saat ini koper saya masih terlalu enteng bahkan nyaris kosong   .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Kemudian saya teringat bahwa manusia pilihan ALLAH yang akan mengisi syurganya adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">manusia yang CERDAS, yang senantiasa berdzikir menyebut asma tuhannya (misalnya subhanallah, walhamdulillah, wa laa illaaha illallah, ALLAH akbar) everytime, everywhere … </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">manusia yang CERDAS adalah yang menjadikan bumi ALLAH yang terhampas luas ini sebagai masjid baginya, kantornya mushallanya, meja kerjanya sajadahnya.. [inilah tanda cinta kepada ALLAH bahwa semua yang ia lakukan adalah untuk ALLAH, inna shalati wannusuki wamahyaya wammaati lillahi rabbil allaamin, sesungguhnya ibadah saya, shalat saya, hidup dan mati saya adalah untuk ALLAH] …[ bukankah itu yang kita ucapkan setiap sholat ]</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">manusia yang CERDAS adalah yang memfungsikan tatapan mata penuh kasih [rahmat], pikiran senantiasa husnuzhan, tarikan napasnya tasbih, gerakan hatinya adalah doa, bicaranya bernilai dakwah… diamnya dzikir, gerak tangannya berbuat sedekah dan langkah kakinya adalah jihad fi sabillillah… </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">manusia yang CERDAS, adalah manusia yng mempersiapkan kehidupannya, bukan saja untuk dunianya tetapi untuk kehidupan yang abadinya..</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">SUBHANALLLAH … </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Kemudian yang terpikir oleh saya adalah mengapa saya menunda untuk menjadi manusia yang cerdas dalam pandangan ALLAH yah, seharusnya saya sadar bahwa saya wajib mencerdaskan diri saya sebelum sandiwara hidup saya ini usai … <strong><em>karena tidak ada yang menjamin bahwa esok ALLAH berkenan menitipkan napas kepada saya, jika malam ini saya tertidur dan tak bangun lagi sedang saya masih saja bodoh dan tidak cerdas maka kesia siaan lah yang saya jalani</em></strong> .<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Jadi mulai detik ini kita harus menjadi manusia yang cerdas dan jangan mau di jadikan tangan tangan setan untuk menemaninya diakhirat nanti …Tentu kita tidak mau karena kita manusia cerdas <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Yok mulai detik ini kita cerdaskan diri kita … gampang kan? logikanya kita harus malu lah kalo takwa aja gak bisa kan udah ada contekannya di Al Quran dan Hadits jadi tinggal baca dan amalkan lalu berlomba lomba lulus Cumloude. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Buatlah ALLAH bangga dengan menjadi diri kita murid teladanNYA dalam sekolah kehidupan.  !!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Bisa kan? pilihannya berpulang dalam keadaan <strong>CERDAS </strong>atau berpulang dengan <strong>KEBODOHAN</strong>..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Sahabat&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Sebentar lagi adalah malam minggu(<em>Week end..)</em> maka, jika saya ingin dicintai oleh manusia, saya harus mencintainya pula, dan begitulah jika saya ingin dicintai ALLAH SWT. lalu berterbangan di jiwa saya pula bahwa malam itu waktunya mengirim sms cinta, waktunya menelphone sekedar mendengar suara mesra diujung sana, atau waktunya mengirimkan setangkai mawar merah dengan kartu berwarna pink bertulisan “<strong>Mawar ini adalah saya, hanya ingin kamu tahu bahwa</strong> <strong>I love you and I do love you</strong>”  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Bagaimana agar Week end..kita lebih bermakna? atau yang sangat kita cintai juga membalas cinta kita..alangkah malangnya bagi mereka yang bertepuk sebelah tangan,,..</span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></em><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">..<strong><em>yah bisa jadi cinta anda belum anda ungkapkan, atau memang anda tidak mencintainya.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Kuncinya ..ayo kita ungkapkan cinta kita..kalau kita cinta kepada ALLAH segeralah ungkapkan yah, tapi bukan sekedar kata-kata, harus dengan bukti nyata bahwa kita memang benar-benar cinta, sehingga saat ajal merenggut nyawa, benar-benar tidak terasa karena jiwa yang bahagia, yah bahagia karena akan bertemu dengan yang maha kuasa, kekasih yang sangat di cinta, ALLAH subhanahu wata`ala, yang memiliki nama-nama yang mulya, Al Asma`ul Husna, yang kelak akan menampakkan wajahnya yang maha indah di satu tempat yang indah tiada tara, tempat yang didalamnya bertabur bahagia yaitu jannah atau surga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Selamat Week End Semuanya&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="EN-US">Selamat Bahagia&#8230;&#8230;</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=56&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/03/12/manusia%e3%80%80cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Mengkaji Ilmu Agama</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/02/11/prinsip-prinsip-mengkaji-ilmu-agama/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/02/11/prinsip-prinsip-mengkaji-ilmu-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 10:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahkamul islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[PRINSIP PRINSIP MENGKAJI AGAMA Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang! Dewasa ini banyak sekali &#8216;jalan&#8217; yang ditawarkan untuk mempelajari dienul Islam. Masing-masing pihak sudah pasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=47&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PRINSIP PRINSIP MENGKAJI AGAMA</p>
<p>Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang!</p>
<p>Dewasa ini banyak sekali &#8216;jalan&#8217; yang ditawarkan untuk mempelajari dienul Islam. Masing-masing pihak sudah pasti mengklaim jalannya sebagai yang terbaik dan benar. Melalui berbagai cara mereka berusaha meraih pengikut sebanyak-banyaknya. Lihatlah sekeliling kita. Ada yang menawarkan jalan dengan memenej qalbunya, ada yang mengajak untuk ikut hura-huranya politik, ada yang menyeru umat untuk segera mendirikan Khilafah Islamiyah, ada pula yang berkelana dari daerah satu ke daerah lain mengajak manusia ramai-ramai ke masjid.</p>
<p>Namun lihat pula sekeliling kita. Kondisi umat Islam masih begini-begini saja. Kebodohan dan ketidakberdayaan masih menyelimuti. Bahkan sepertinya makin bertambah parah. Adakah yang salah dari tindakan mereka? Ya, bila melihat kondisi umat yang semakin jatuh dalam kegelapan, sudah pasti ada yang salah.</p>
<p>Mengapa mereka tidak mengajak umat untuk kembali mempelajari agamanya saja? Mengapa mereka justru menyibukkan umat dengan sesuatu yang berujung kesia-siaan? Ahlussunnah wal Jama&#8217;ah sebagai pewaris Nabi selalu berusaha mengamalkan apa yang diwasiatkan Rasulullah untuk mengajak umat kembali mempelajari agamanya.</p>
<p>Dalam berbagai hal, Ahlussunnah tidak akan pernah keluar dari jalan yang telah digariskan oleh Nabi r. Lebih-lebih dalam mengambil dan memahami agama di mana hal itu merupakan sesuatu yang sangat asasi pada kehidupan. Inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan umat. Berikut kami akan menguraikan manhaj Ahlussunnah wal Jama&#8217;ah dalam mengkaji agama, namun kami hanya akan menyebutkan hal-hal yang sangat pokok dan mendesak untuk diungkapkan. Tidak mungkin kita menyebut semuanya karena banyaknya sementara ruang yang ada terbatas.</p>
<p>Makna Manhaj Manhaj dalam bahasa Arab adalah sebuah jalan terang yang ditempuh. Sebagaimana dalam firman Allah: &#8220;Dan kami jadikan untuk masing-masing kalian syariat dan minhaj.&#8221; (Al-Maidah: 48) Kata minhaj , sama dengan kata manhaj . Kata minhaj dalam ayat tersebut diterangkan oleh Imam ahli tafsir Ibnu Abbas, maknanya adalah sunnah. Sedang sunnah artinya jalan yang ditempuh dan sangat terang.</p>
<p>Demikian pula Ibnu Katsir menjelaskan (lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/67-68 dan Mu&#8217;jamul Wasith). Yang diinginkan dengan pembahasan ini adalah untuk menjelaskan jalan yang ditempuh Ahlussunnah dalam mendapatkan ilmu agama. Dengan jalan itulah, insya Allah kita akan selamat dari berbagai kesalahan atau kerancuan dalam mendapatkan ilmu agama.</p>
<p>Inilah rambu-rambu yang harus dipegang dalam mencari ilmu agama:</p>
<p>1. Mengambil ilmu agama dari sumber aslinya yaitu Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Allah I berfirman: &#8220;Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian dan jangan kalian mengikuti para pimpinan selain-Nya. Sedikit sekali kalian mengambil pelajaran darinya.&#8221; (Al-A&#8217;raf: 3) Dan Rasulullah r bersabda: &#8220;Ketahuilah bahwasanya aku diberi Al Qur&#8217;an dan yang serupa dengannya bersamanya.&#8221; (Shahih, HR. Ahmad dan Abu Dawud dari Miqdam bin Ma&#8217;di Karib. Lihat Shahihul Jami&#8217; N0. 2643)</p>
<p>2. Memahami Al Qur&#8217;an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih yakni para sahabat dan yang mengikuti mereka dari kalangan tabi&#8217;in dan tabi&#8217;ut tabi&#8217;in. Sebagaimana sabda Nabi r: &#8220;Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian yang setelah mereka kemudian yang setelah mereka.&#8221; (Shahih, HR Bukhari dan Muslim) Kebaikan yang berada pada mereka adalah kebaikan yang mencakup segala hal yang berkaitan dengan agama, baik ilmu, pemahaman, pengamalan dan dakwah.</p>
<p>Ibnul Qayyim berkata: &#8220;Nabi mengabarkan bahwa sebaik-baik generasi adalah generasinya secara mutlak. Itu berarti bahwa merekalah yang paling utama dalam segala pintu-pintu kebaikan. Kalau tidak demikian, yakni mereka baik dalam sebagian sisi saja maka mereka bukan sebaik-baik generasi secara mutlak.&#8221; (lihat Bashair Dzawis Syaraf: 62) Dengan demikian, pemahaman mereka terhadap agama ini sudah dijamin oleh Nabi.</p>
<p>Sehingga, kita tidak meragukannya lagi bahwa kebenaran itu pasti bersama mereka dan itu sangat wajar karena mereka adalah orang yang paling tahu setelah Nabi. Mereka menyaksikan di mana dan kapan turunnya wahyu dan mereka tahu di saat apa Nabi r mengucapkan hadits. Keadaan yang semacam ini tentu sangat mendukung terhadap pemahaman agama. Oleh karenanya, para ulama mengatakan bahwa ketika para shahabat bersepakat terhadap sesuatu, kita tidak boleh menyelisihi mereka.</p>
<p>Dan tatkala mereka berselisih, maka tidak boleh kita keluar dari perselisihan mereka. Artinya kita harus memilih salah satu dari pendapat mereka dan tidak boleh membuat pendapat baru di luar pendapat mereka. Imam Syafi&#8217;i mengatakan: &#8220;Mereka (para shahabat) di atas kita dalam segala ilmu, ijtihad, wara&#8217; (sikap hati-hati), akal dan pada perkara yang mendatangkan ilmu atau diambil darinya ilmu. Pendapat mereka lebih terpuji dan lebih utama buat kita dari pendapat kita sendiri -wallahu a&#8217;lam- .</p>
<p>Demikian kami katakan. Jika mereka bersepakat, kami mengambil kesepakatan mereka. Jika seorang dari mereka memiliki sebuah pendapat yang tidak diselisihi yang lain maka kita mengambil pendapatnya dan jika mereka berbeda pendapat maka kami mengambil sebagian pendapat mereka. Kami tidak akan keluar dari pendapat mereka secara keseluruhan.&#8221; (Al-Madkhal Ilas Sunan Al-Kubra: 110 dari Intishar li Ahlil Hadits: 78].</p>
<p>Begitu pula Muhammad bin Al Hasan mengatakan: &#8220;Ilmu itu empat macam, pertama apa yang terdapat dalam kitab Allah atau yang serupa dengannya, kedua apa yang terdapat dalam Sunnah Rasulullah atau yang semacamnya, ketiga apa yang disepakati oleh para shahabat Nabi atau yang serupa dengannya dan jika mereka berselisih padanya, kita tidak boleh keluar dari perselisihan mereka ., keempat apa yang diangap baik oleh para ahli fikih atau yang serupa dengannya. Ilmu itu tidak keluar dari empat macam ini.&#8221; (Intishar li Ahlil Hadits: 31)</p>
<p>Oleh karenanya Ibnu Taimiyyah berkata: &#8220;Setiap pendapat yang dikatakan hanya oleh seseorang yang hidup di masa ini dan tidak pernah dikatakan oleh seorangpun yang terdahulu, maka itu salah.&#8221; Imam Ahmad mengatakan: &#8220;Jangan sampai engkau mengeluarkan sebuah pendapat dalam sebuah masalah yang engkau tidak punya pendahulu padanya.&#8221; (Majmu&#8217; Fatawa: 21/291)</p>
<p>Hal itu -wallahu a&#8217;lam- karena Nabi bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah melindungi umatku untuk berkumpul di atas kesesatan.&#8221; (Hasan, HR Abu Dawud no:4253, Ibnu Majah:395, dan Ibnu Abi Ashim dari Ka&#8217;b bin Ashim no:82, 83 dihasankan oleh As Syaikh al Albani dalam Silsilah As- Shahihah:1331] Jadi tidak mungkin dalam sebuah perkara agama yang diperselisihkan oleh mereka, semua pendapat adalah salah.</p>
<p>Karena jika demikian berarti mereka telah berkumpul di atas kesalahan. Karenanya pasti kebenaran itu ada pada salah satu pendapat mereka, sehingga kita tidak boleh keluar dari pendapat mereka. Kalau kita keluar dari pendapat mereka, maka dipastikan salah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah di atas.</p>
<p>3. Tidak melakukan taqlid atau ta&#8217;ashshub (fanatik) Manhaj/madzhab. Allah berfirman: &#8220;Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya).&#8221; (Al-A&#8217;raf: 3) &#8220;Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah.</p>
<p> Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.&#8221; (Al-Hasyr: 7) Dengan jelas ayat di atas menganjurkan untuk mengikuti apa yang diturunkan Allah baik berupa Al Qur&#8217;an atau hadits. Maka ucapan siapapun yang tidak sesuai dengan keduanya berarti harus ditinggalkan. Imam Syafi&#8217;i mengatakan: &#8220;Kaum muslimin bersepakat bahwa siapapun yang telah jelas baginya Sunnah Nabi maka dia tidak boleh berpaling darinya kepada ucapan seseorang, siapapun dia.&#8221; (Sifat Shalat Nabi: 50)</p>
<p>Demikian pula kebenaran itu tidak terbatas pada pendapat salah satu dari Imam madzhab yang empat. Selain mereka, masih banyak ulama yang lain, baik yang sezaman atau yang lebih dulu dari mereka. Ibnu Taimiyah mengatakan: &#8220;Sesungguhnya tidak seorangpun dari ahlussunnah mengatakan bahwa kesepakatan empat Imam itu adalah hujjah yang tidak mungkin salah.</p>
<p>Dan tidak seorangpun dari mereka mengatakan bahwa kebenaran itu terbatas padanya dan bahwa yang keluar darinya berarti batil. Bahkan jika seorang yang bukan dari pengikut Imam-imam itu seperti Sufyan Ats Tsauri, Al Auza&#8217;i, Al Laits bin Sa&#8217;ad dan yang sebelum mereka atau Ahlul Ijtihadyang setelah mereka mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi pendapat Imam-imam itu, maka perselisihan mereka dikembalikan kepada Allah I dan Rasul-Nya, dan pendapat yang paling kuat adalah yang berada di atas dalil.&#8221; (Minhajus Sunnah: 3/412 dari Al Iqna&#8217;: 95). Sebaliknya, ta&#8217;ashshub (fanatik) pada madzhab akan menghalangi seseorang untuk sampai kepada kebenaran. Tak heran kalau sampai ada dari kalangan ulama madzhab mengatakan: &#8220;Setiap hadits yang menyelisihi madzhab kami maka itu mansukh (terhapus hukumnya) atau harus ditakwilkan (yakni diarahkan kepada makna yang lain).&#8221; Akhirnya madzhablah yang menjadi ukuran kebenaran bukan ayat atau hadits.</p>
<p>Bahkan ta&#8217;ashub semacam itu membuat kesan jelek terhadap agama Islam sehingga menghalangi masuk Islamnya seseorang sebagaimana terjadi di Tokyo ketika beberapa orang ingin masuk Islam dan ditunjukkan kepada orang-orang India maka mereka menyarankan untuk memilih madzhab Hanafi. Ketika datang kepada orang-orang Jawa atau Indonesia mereka menyarankan untuk memilih madzhab Syafi&#8217;i. Mendengar jawaban-jawaban itu mereka sangat keheranan dan bingung sehingga sempat menghambat dari jalan Islam [Lihat Muqaddimah Sifat Shalat Nabi hal: 68 edisi bahasa Arab)</p>
<p>4. Waspada dari para da'i jahat. Jahat yang dimaksud bukan dari sisi kriminal tapi lebih khusus adalah dari tinjauan keagamaan. Artinya mereka yang membawa ajaran-ajaran yang menyimpang dari aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah, sedikit atau banyak.</p>
<p>Di antara ciri-ciri mereka adalah yang suka berdalil dengan ayat-ayat yang belum begitu jelas maknanya untuk bisa mereka tafsirkan semau mereka. Dengan itu mereka maksudkan menebar fitnah yakni menyesatkan para pengikutnya. Allah berfirman: "Adapun yang dalam hatinya terdapat penyelewengan (dari kebenaran) maka mereka mengikuti apa yang belum jelas dari ayat-ayat itu, (mereka) inginkan dengannya fitnah dan ingin mentakwilkannya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah." (Ali-Imran: 7)</p>
<p>Ibnu Katsir mengatakan: "Menginginkan fitnah artinya ingin menyesatkan para pengikutnya dengan mengesankan bahwa mereka berhujjah dengan Al Qur'an untuk (membela) bid'ah mereka padahal Al Qur'an itu sendiri menyelisihinya. Ingin mentakwilkannya artinya menyelewengkan maknanya sesuai dengan apa yang mereka inginkan." (Tafsir Ibnu Katsir: 1/353]</p>
<p>5. Memilih guru yang dikenal berpegang teguh kepada Sunnah Nabi dalam berakidah, beribadah, berakhlak dan mu&#8217;amalah. Hal itu karena urusan ilmu adalah urusan agama sehingga tidak bisa seseorang sembarangan atau asal comot dalam mengambilnya tanpa peduli dari siapa dia dapatkan karena ini akan berakibat fatal sampai di akhirat kelak. Maka ia harus tahu siapa yang akan ia ambil ilmu agamanya. J</p>
<p>angan sampai dia ambil agamanya dari orang yang memusuhi Sunnah atau memusuhi Ahlussunnah atau tidak pernah diketahui belajar akidah yang benar karena selama ini yang dipelajari adalah akidah-akidah yang salah atau mendapat ilmu hanya sekedar hasil bacaan tanpa bimbingan para ulama Ahlussunnah.</p>
<p>Sangat dikhawatirkan, ia memiliki pemahaman-pemahaman yang salah karena hal tersebut. Seorang tabi&#8217;in bernama Muhammad bin Sirin mengatakan: &#8220;Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.&#8221; Beliau juga berkata: &#8220;Dahulu orang-orang tidak bertanya tentang sanad (rangkaian para rawi yang meriwayatkan) hadits, maka tatkala terjadi fitnah mereka mengatakan: sebutkan kepada kami sanad kalian, sehingga mereka melihat kepada Ahlussunnah lalu mereka menerima haditsnya dan melihat kepada ahlul bid&#8217;ah lalu menolak haditsnya.&#8221; (Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya)</p>
<p>Nabi r bersabda: &#8220;Keberkahan itu berada pada orang-orang besar kalian.&#8221; (Shahih, HR. Ibnu Hibban, Al Hakim, Ibnu Abdil Bar dari Ibnu Abbas, dalam kitab Jami&#8217; Bayanul Ilm hal:614 dengan tahqiq Abul Asybal, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami&#8217;:2887 dan As Shahihah:1778)</p>
<p>Dalam ucapan Abdullah bin Mas&#8217;ud: &#8220;Manusia tetap akan baik selama mereka mengambil ilmu dari orang-orang besar mereka, jika mereka mengambilnya dari orang-orang kecil dan jahat di antara mereka, maka mereka akan binasa.&#8221; Diriwayatkan pula yang semakna dengannya dari shahabat Umar bin Khattab. (Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam Jami&#8217; Bayanul Ilm hal: 615 dan 616, tahqiq Abul Asybal dan dishahihkan olehnya)</p>
<p>Ibnu Abdil Bar menukilkan dari sebagian ahlul ilmi (ulama) maksud dari hadits di atas: &#8220;Bahwa yang dimaksud dengan orang-orang kecil dalam hadits Umar dan hadits-hadits yang semakna dengannya adalah orang yang dimintai fatwa padahal tidak punya ilmu. Dan orang yang besar artinya yang berilmu tentang segala hal. Atau yang mengambil ilmu dari para shahabat.&#8221; (Lihat Jami&#8217; Bayanil Ilm: 617).</p>
<p>6. Tidak mengambil ilmu dari sisi akal atau rasio, karena agama ini adalah wahyu dan bukan hasil penemuan akal. Allah berkata kepada Nabi-Nya: &#8220;Katakanlah (Ya, Muhammad): &#8216;sesungguhnya aku memberi peringataan kepada kalian dengan wahyu.&#8217;.&#8221; (Al-Anbiya: 45) &#8220;Dan tidaklah yang diucapkan itu (Al Qur&#8217;an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).&#8221; (An-Najm: 3-4)</p>
<p>Sungguh berbeda antara wahyu yang bersumber dari Allah Dzat yang Maha Sempurna yang sudah pasti wahyu tersebut memiliki kesempurnaan, dibanding akal yang berasal dari manusia yang bersifat lemah dan yang dihasilkannya pun lemah. Jadi tidak boleh bagi siapapun meninggalkan dalil yang jelas dari Al Qur&#8217;an ataupun hadits yang shahih karena tidak sesuai dengan akalnya.</p>
<p>Seseorang harus menundukkan akalnya di hadapan keduanya. Ali bin Abi Thalib berkata: &#8220;Seandainya agama ini dengan akal maka tentunya bagian bawah khuf (semacam kaos kaki yang terbuat dari kulit) lebih utama untuk diusap (pada saat berwudhu-red) daripada bagian atasnya.</p>
<p>Dan sungguh aku melihat Rasulullah mengusap bagian atas khuf-nya.&#8221; (shahih, HR Abu Dawud dishahihkan As-Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no:162). Pada ucapan beliau ada keterangan bahwa dibolehkan seseorang mengusap bagian atas khuf-nya atau kaos kaki atau sepatunya ketika berwudhu dan tidak perlu mencopotnya jika terpenuhi syaratnya sebagaimana tersebut dalam buku-buku fikih. Yang jadi bahasan kita disini adalah ternyata yang diusap justru bagian atasnya, bukan bagian bawahnya.</p>
<p>Padahal secara akal yang lebih berhak diusap adalah bagian bawahnya karena itulah yang kotor. Ini menunjukkan bahwa agama ini murni dari wahyu dan kita yakin tidak akan bertentangan dengan akal yang sehat dan fitrah yang selamat. Masalahnya, terkadang akal tidak memahami hikmahnya, seperti dalam masalah ini. Bisa jadi syariat melihat dari pertimbangan lain yang belum kita mengerti.</p>
<p>Jangan sampai ketidakmengertian kita menjadikan kita menolak hadits yang shahih atau ayat Al Qur&#8217;an yang datang dari Allah yang pasti membawa kebaikan pada makhluk-Nya. Hendaknya kita mencontoh sikap Ali bin Abi Thalib di atas. Abul Mudhaffar As Sam&#8217;ani menerangkan Akidah Ahlussunnah, katanya: &#8220;Adapun para pengikut kebenaran mereka menjadikan Kitab dan Sunnah sebagai panutan mereka, mencari agama dari keduanya. Adapun apa yang terbetik dalam akal dan benak, mereka hadapkan kepada Kitab dan Sunnah.</p>
<p>Kalau mereka dapati sesuai dengan keduanya mereka terima dan bersyukur kepada Allah yang telah memperlihatkan hal itu dan memberi mereka taufik. Tapi kalau mereka dapati tidak sesuai dengan keduanya mereka meninggalkannya dan mengambil Kitab dan Sunnah lalu menuduh salah terhadap akal mereka. Karena sesungguhnya keduanya tidak akan menunjukkan kecuali kepada yang haq (kebenaran), sedangkan pendapat manusia kadang benar kadang salah.&#8221; (Al-Intishar li Ahlil Hadits: 99)</p>
<p>Ibnul Qoyyim menyimpulkan bahwa pendapat akal yang tercela itu ada beberapa macam:</p>
<p>a. Pendapat akal yang menyelisihi nash Al Qur&#8217;an atau As Sunnah.</p>
<p>b. Berbicara masalah agama dengan prasangka dan perkiraan yang dibarengi dengan sikap menyepelekan mempelajari nash-nash, serta memahami dan mengambil hukum darinya.</p>
<p>c. Pendapat akal yang berakibat menolak asma&#8217; (nama) Allah, sifat-sifat dan perbuatan-Nya dengan teori atau qiyas yang batil yang dibuat oleh para pengikut filsafat.</p>
<p>d. Pendapat yang mengakibatkan tumbuhnya bid&#8217;ah dan matinya Sunnah.</p>
<p>e. Berbicara dalam hukum-hukum syariat sekedar dengan anggapan baik dan prasangka.</p>
<p>Adapun pendapat akal yang terpuji, secara ringkas adalah yang sesuai dengan syariat dengan tetap mengutamakan dalil syariat. (lihat, I&#8217;lam Muwaqqi&#8217;in: 1/104-106, Al- Intishar: 21,24, dan Al Aql wa Manzilatuhu)</p>
<p>7. Menghindari perdebatan dalam agama. Nabi r bersabda: &#8220;Tidaklah sebuah kaum sesat setelah mereka berada di atas petunjuk kecuali mereka akan diberi sifat jadal (berdebat). Lalu beliau membaca ayat, artinya: &#8216;Bahkan mereka adalah kaum yang suka berbantah-bantahan&#8217;.&#8221; (Hasan, HR Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahili, dihasankan oleh As</p>
<p>Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami&#8217; no: 5633) Ibnu Rajab mengatakan: &#8220;Di antara sesuatu yang diingkari para Imam salafus shalih adalah perdebatan, berbantah-bantahan dalam masalah halal dan haram. Itu bukan jalannya para Imam agama ini.&#8221; (Fadl Ilm Salaf 57 dari Al-Intishar: 94). Ibnu Abil Izz menerangkan makna mira&#8217; (berbantah-bantahan) dalam agama Allah adalah membantah ahlul haq (pemegang kebenaran) dengan menyebutkan syubhat-syubhat ahlul bathil, dengan tujuan membuat keraguan padanya dan menyimpangkannya.</p>
<p>Karena perbuatan yang demikian ini mengandung ajakan kepada kebatilan dan menyamarkan yang hak serta merusak agama Islam. (Syarh Aqidah Thahawiyah: 313) Oleh karenanya Allah memerintahkan berdebat dengan yang paling baik. Firman-Nya: &#8220;Ajaklah kepada jalan Rabb-Mu dengan hikmah, mau&#8217;idhah (nasihat) yang baik dan berdebatlah dengan yang paling baik.&#8221; (An-Nahl: 125).</p>
<p>Para ulama menerangkan bahwa perdebatan yang paling baik bisa terwujud jika niat masing-masing dari dua belah pihak baik. Masalah yang diperdebatkan juga baik dan mungkin dicapai kebenarannya dengan diskusi. Masing-masing beradab dengan adab yang baik, dan memang punya kemampuan ilmu serta siap menerima yang haq jika kebenaran itu muncul dari hasil perdebatan mereka.</p>
<p>Juga bersikap adil serta menerima kembalinya orang yang kembali kepada kebenaran. (lihat rinciannya dalam Mauqif Ahlussunnah 2/587-611 dan Ar-Rad &#8216;Alal Mukhalif hal:56-62). Perdebatan para shahabat dalam sebuah masalah adalah perdebatan musyawarah dan nasehat. Bisa jadi mereka berselisih dalam sebuah masalah ilmiah atau amaliah dengan tetap bersatu dan berukhuwwah. (Majmu&#8217; Fatawa 24/172)</p>
<p>Inilah beberapa rambu-rambu dalam mengambil ilmu agama sebagaimana terdapat dalam Al Qur&#8217;an maupun hadits yang shahih serta keterangan para ulama. Kiranya itu bisa menjadi titik perhatian kita dalam kehidupan beragama ini, sehingga kita berharap bisa beragama sesuai yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=47&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/02/11/prinsip-prinsip-mengkaji-ilmu-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenang Masa Lalu..</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/02/11/mengenang-masa-lalu/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/02/11/mengenang-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 10:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Mengenang masa lalu untuk kemudian bersedih atas semua kegagalan yang pernah dialami merupakan tindakan sia-sia, membunuh semangat, memupus harapan dan mengubur masa depan. Muslim yang berpikir cerdas akan melipat berkas-berkas masa lalu, ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘gudang lupa’, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ acuh buat selamanya, karena masa lalu telah berlalu. Kesedihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=43&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenang masa lalu untuk kemudian bersedih atas semua kegagalan yang pernah dialami merupakan tindakan sia-sia, membunuh semangat, memupus harapan dan mengubur masa depan.</p>
<p>Muslim yang berpikir cerdas akan melipat berkas-berkas masa lalu, ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘gudang lupa’, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ acuh buat selamanya, karena masa lalu telah berlalu. Kesedihan dan keresahan tak akan mampu memperbaikinya kembali.</p>
<p>Kegundahan tak akan mampu merubahnya menjadi terang, karena memang ia sudah tiada. Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam.</p>
<p>Selamatkan diri kita dari bayangan masa silam. “Apakah kita ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya dan air mata ke dalam kelopaknya ? Ingatlah, keterikatan kita dengan masa lalu, keresahan kita atas apa yang telah terjadi adalah tindakan yang sangat naif, ironis, memprihatinkan dan menakutkan.</p>
<p>Membaca kembali lemba-ran masa lalu hanya akan memupus masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Al-Qur’an mengajarkan setiap kondisi yang menerangkan suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah swt selalu mengatakan, “Itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah. Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, tak ubahnya seperti menumbuk tepung, menggergaji serbuk kayu.</p>
<p>Orang tua-tua kita mengajarkan, “Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya”. Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan hanya karena disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu.</p>
<p>Sebab yang demikian itu mustahil, karena angin selalu berhembus ke depan, air selalu mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan maju ke depan. Maka itu, jangan pernah melawan sunnah kehidupan! Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dan bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari kita dan siangnya menyapa, inilah hari kita. Umur kita mungkin tinggal hari ini.</p>
<p>Anggaplah masa hidup kita hanya hari ini. Seakan-akan kita dilahirkan pada hari ini dan akan mati hari ini. Dengan begitu, hidup kita tidak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka cita masa lalu, atau bayangan masa depan yang penuh ketidak pastian bahkan acapkali menakutkan. Mari curahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras untuk hari ini. Mari bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan Al-Qur’an yang penuh penghayatan, zikir dengan sepenuh hati. Keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, ridho dengan semua yang Allah swt berikan, berempati terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta berbuat baik terhadap sesama. Pada hari dimana kita hidup, saat inilah sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak.</p>
<p>Jadikan setiap menitnya laksana seribu tahun dan setiap detiknya laksana seratus bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari ini. Persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari ini. Bertaubatlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya. Bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan penuh kesenangan dan kebahagiaan.</p>
<p>Terimalah rezeki, istri, anak, tugas, ilmu, dan amanah hari ini dengan penuh keridhoan. “Maka berpegang teguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hen-daklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. (QS.Al-A’raf: 144). Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian, dan kebencian. Jangan lupa, hendaklah kita goreskan pada dinding hati kita satu kalimat : “Hari kita adalah hari ini”. Bila hari ini kita dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka jangan pernah peduli dengan nasi basi yang telah kita makan kemarin atau nasi hangat esok hari yang belum tentu ada. Jika kita percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat maka kita akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: “Saya hanya akan hidup hari ini.” Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri kita setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi dan mensucikan semua amalan. Dan itu akan membuat kita berkata dalam hati: “Hanya hari ini saya berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tiada berucap kotor yang menjijikan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Karena hanya akan hidup hari ini maka saya akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Allah swt, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunnah, berpegang teguh pada Al-Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfat. Saya hanya akan hidup di hari ini, karenanya saya akan menanamkan dalam hati, semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan, berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, sombong, ujub, riya, dan buruk sangka. Hanya hari ini saya dapat menghirup udara kehidupan, saya akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Saya akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang yang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang yang berilmu, menyayangi anak-anak kecil dan berbakti kepada orang tua.” Saya hanya akan hidup hari ini, maka saya akan mengucapkan, “Wahai masa lalu yang telah selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu. Kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedikitpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.” Hari ini milik kita adalah ungkapan yang paling indah dalam “kamus kebahagiaan”. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang indah dan menyenangkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=43&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/02/11/mengenang-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah Islam Lewat Pacaran, Bolehkah ???</title>
		<link>http://airsejuk.wordpress.com/2009/02/11/dakwah-islam-lewat-pacaran-bolehkah/</link>
		<comments>http://airsejuk.wordpress.com/2009/02/11/dakwah-islam-lewat-pacaran-bolehkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 10:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aa Sep</dc:creator>
				<category><![CDATA[sunnah dan bid`ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airsejuk.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Dakwah Islam adalah salah satu bentuk media jihad yang terdapat di dalam agama Islam. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menyebarkan ilmu pengetahuan, menasehati sesama adalah beberapa aktivitas yang biasanya terdapat di dalam dakwah Islam. Dakwah Islam adalah salah satu bentuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, sebagaimana firman Allah swt berikut:   “Serulah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=41&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dakwah Islam</strong> adalah salah satu bentuk media <span class="yshortcuts">jihad</span> yang terdapat di dalam <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">agama Islam</span>. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menyebarkan <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">ilmu pengetahuan</span>, menasehati sesama adalah beberapa aktivitas yang biasanya terdapat di dalam dakwah Islam. Dakwah Islam adalah salah satu bentuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, sebagaimana firman Allah swt berikut:</p>
<p> </p>
<p><em>“Serulah (manusia) ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.</em> QS. An Nahl (16) : 125</p>
<p> </p>
<p><em> “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar1, merekalah orang-orang yang beruntung”.</em> QS. Ali Imron (3) : 104</p>
<p> </p>
<p><em> “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik”.</em> QS. Ali Imron (3) : 110</p>
<p> </p>
<p><strong>Lalu bagaimana kaitan antara dakwah Islam dengan pacaran?</strong></p>
<p>Ada segolongan orang yang mengatakan bahwa pacaran itu dilarang menurut pandangan Islam. Namun ada pula golongan yang mengatakan bahwa pacaran boleh-boleh saja <em>asal nggak kebangetan</em>. Bahkan, ada pula seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah yang akhirnya menggunakan pacaran sebagai media dakwah. Ia berpendapat bahwa dengan pacaran akan membuatnya lebih intensif dalam mendakwahi pasangannya. <strong>Benarkah demikian?</strong></p>
<p>Memang larangan mengenai pacaran di <span class="yshortcuts">dalam Islam</span> tidak dibahas secara eksplisit. Mungkin itulah salah satu faktor yang mengakibatkan kebanyakan orang awam tidak dapat menerima atas hukum pelarangan pacaran ini. Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan  pacaran adalah hal yang sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran.</p>
<p>Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit, namun banyak sekali dalil yang dapat di jadikan sebagai rujukan untuk pelarangan pacaran tersebut. Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang <strong>MENDEKATI ZINA.</strong></p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.&#8221;</em> (QS. Al-Isra [17] : 32).</p>
<p> </p>
<p>Lalu, apa saja perbuatan yang tergolong <strong>MENDEKATI ZINA</strong> itu? Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk/manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll. Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsure tersebut adalah di larang. Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:</p>
<p> </p>
<p>Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh <span class="yshortcuts">Abu Hurairah</span> bahwa Rasulullah saw. bersabda, <em>“Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat], maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya…”</em> (HR Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p> </p>
<p>Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">ayat Al Quran</span> berikut:</p>
<p><em>“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.” </em>(Bukhori dan Muslim)</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan.&#8221;</em> (HR. Ahmad).    <br />
<em>“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”</em> (HASAN, Thabrani dalam Mu`jam Kabir 20/174/386)</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai&#8217;at. Beliau tidak memba&#8217;iat mereka kecuali dengan mangatakan: &#8220;Saya ba&#8217;iat kalian.&#8221; </em>(HR. Bukhori)</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.&#8221;</em> (HR Malik , Nasa&#8217;i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)</p>
<p> </p>
<p>Telah berkata Aisyah RA,<em> &#8220;Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai&#8217;atnya (mengambil janji) dengan perkataaan.&#8221;</em> (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram&#8221; .</em> (HR Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)</p>
<p> </p>
<p><em>“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.”</em> (HR. Ahmad)</p>
<p> </p>
<p>Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: <em>“Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.”</em> (HR Muslim)</p>
<p> </p>
<p><em>“Janganlah kau terlalu lembut bicara supaya (lawan-jenis) yang lemah hatinya tidak bangkit nafsu (syahwat)-nya.”</em> (QS al-Ahzab [33]: 32)</p>
<p> </p>
<p>Sekarang pertanyaannya, <em>“Apakah di dalam pacaran terdapat unsur-unsur sebagaimana yang telah disebutkan pada dalil-dalil diatas?”</em> Kalau memang ada, maka jelas bahwa pacaran itu <span style="text-decoration:underline;"><strong>DILARANG</strong></span> di dalam Islam, dengan alasan apapun. Jika dengan keterangan-keterangan yang sudah diuraikan secara jelas di atas ternyata masih ada saja yang mengatakan bahwa pacaran itu <span style="text-decoration:underline;"><strong>BOLEH</strong></span>, maka patut dipertanyakan, <em><strong><span style="text-decoration:underline;">“Apa atau yang mana dalilnya?”.</span></strong></em></p>
<p><strong><em></em></strong> </p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Jangan mengatas namakan dakwah islam untuk menghalalkan pacaran!</span></strong></p>
<p>Sebagai aktivis dakwah islam, tentunya kita tahu bahwa antara laki-laki dan perempuan (ikhwan dan akhwat) itu sudah ada jalan dakwah islamnya masing-masing. Maksudnya adalah, bagi akhwat/perempuan, di sana ada murobbiyah yang khusus menangani dakwah islam dikalangan akhwat, dan disana juga sudah disediakan murobbi yang menangani dakwah islam khusus dikalangan ihkwan secara intensif. Diluar itu, ikhwan punya rekan sesama ikhwan untuk sekedar bertanya atau konsultasi, begitu pula akhwat. Selain itu, untuk dakwah islam atau ta’lim lain yang lebih bersifat umum, yang dapat dihadiri oleh ikhwan dan akhwat pun sudah ada, seperti seminar, dll. Seminar, bedah buku, itu boleh dihadiri oleh ikhwan dan akhwat namun tetap menghindarkan adanya percampuran ataupun berdua-duaan. Maka serahkan saja urusan akhwat ini kepada akhwat juga atau kepada murobbiah-nya. Kalaupun ada kepentingan, sekedar menyampaikan saran atau masukan, sampaikan saja melalui rekan akhwatnya, bukannya kita yang harus turunlangsung. Atau silahkan saja sampaikan secara langsung dengan tidak melalui media pacaran dan menghindari unsur-unsur yang mengarah pada MENDEKATI ZINA, sebagaimana telah disampaikan di atas.</p>
<p> </p>
<p>Kalau berbicara masalah <em>“ingin berdakwah islam lebih intensif”</em>, banyak cara lain yang dapat kita lakukan. Kalau ingin mendakwah islami orang, ya pilih yang ikhwan juga dong, jangan yang akhwat. Kalau yang akhwat, sampaikan saja kepada rekan akhwat kita, bereskan?</p>
<p><em>Lagipula, andaipun kita hendak melakukan dakwah Islam kepada seluruh perempuan yang ada di sekolah kita, di kampus kita, di kantor kita, atau di kampung kita…apakah lantas kita juga akan menjadikan mereka sebagai pacar kita ???</em> Tidak masuk logikakan !</p>
<p> </p>
<p><strong>Kalau lantas kita mengatakan bahwa segala sesuatu itu bergantung kepada niatnya (Pacaran yang niatnya untuk dakwah islam). Eittt…tunggu dulu!</strong> Niat itu nggak berhenti sampai di situ aja. Niat itu harus diluruskan, <strong><em><span style="text-decoration:underline;">LURUSKAN NIAT!</span></em></strong> Maksudnya adalah, niat untuk melakukan kebaikan ya harus dilakukan dengan cara yang lurus atau benar (sesuai dengan syariat), bukan dengan cara yang buruk atau dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Kalau niat baik dilakukan dengan cara yang batil, itu namanya melenceng! Sama aja seperti ini,<em> “<strong>apakah niat menyumbang ke Masjid itu diperbolehkan manakala uangnya diperoleh dari hasil merampok?”, ya jelas aja ga boleh</strong></em><strong>.</strong> Itu namanya mencampur adukkan antara yang hak dengan yang batil, dan Allah swt telah melarang hal tersebut, sebagaimana firman Allah yang artinya:</p>
<p> </p>
<p><em>&#8220;Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.&#8221;</em> (QS al-Baqarah [2] : 42).</p>
<p> </p>
<p>Dari sini semakin jelas bahwa pacaran dilarang di dalam Islam. Dan tidak ada dakwah Islam yang dilakukan dengan metode pacaran, karena nanti jatuhnya bukan dakwah Islam lagi, melainkan MENDEKATI ZINA, dan Rasulullah saw pun tidak mencontohkan cara-cara yang demikian, begitu pula para salafussoleh..</p>
<p> </p>
<p><span class="yshortcuts">Dakwah islam Islam</span> adalah perkara suci yang ditujukan hanya untuk Allah swt. Maka jalankanlah dengan cara-cara suci yang diridhoi oleh Allah swt, bukan dengan jalan batil yang justru akan menodai nama dakwah Islam dan menimbulkan murka Allah swt.</p>
<p>Wallahua’lam bishshowab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airsejuk.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airsejuk.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airsejuk.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airsejuk.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airsejuk.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airsejuk.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airsejuk.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airsejuk.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airsejuk.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airsejuk.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airsejuk.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airsejuk.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airsejuk.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airsejuk.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airsejuk.wordpress.com&amp;blog=6126444&amp;post=41&amp;subd=airsejuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airsejuk.wordpress.com/2009/02/11/dakwah-islam-lewat-pacaran-bolehkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1babffe200b6a9d51592bb55cf6fca2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aa Sep</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
