Mutiara Ilmu & Hikmah

Just another WordPress.com weblog

Belajar mencintai Alloh..

 

Menjalin hubungan dengan Allah adalah keharusan mutlak bagi setiap muslim. Sebab kita akan senantiasa merasa diawasi oleh Allah, sehingga kita tidak berani untuk berbuat maksiat. Selama ini banyak orang yang tidak menyadari bahwa setiap perbuatan itu tidak lepas dari pengawasan Allah, sehingga mereka berbuat maksiat. Padahal Allah telah menjelaskan kedekatan-Nya kepada hamba-hamba Nya (Qs. 2 : 186).

Bentuk-bentuk hubungan yang perlu kita bina adalah :

v  Cinta (Al-Mahabbah)

v  Jual beli (At-Tibaroh)

v  Kerja (Al-‘amal)

 

J Cinta (Al-Mahabbah)

Cinta, bahkan merupakan hal yang baru bagi kita sebab dalam kehidupan kita senantiasa terlibat dalam cinta contoh cinta suami, anak, orang tua, saudara, sesama dan lain-lain. Leo F. Buscagica seorang Professor Pendidikan Amerika berkata, “Manusia tidak jatuh ke dalam cinta dan tidak juga keluar dari cinta, tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta.

Kita lahir di muka bumi adalah hasil buah cinta orang tua kita. Ibu-ibu keluar rumah mencari nafkah karena faktor cinta pada keluarga. Cinta dapat membawa sesuatu jadi lebih baik dan membuat kita berbuat lebih sempurna, cinta memberikan kekuatan yang lebih besar, cinta membuat sesuatu jadi lebih baik, cinta mengajarkan pada kejujuran, berani berkorban, berjuang, memberi dan menerima . . .

Banyak kisah-kisah sejarah yang berawal dari cinta misalkan cerita bondowoso & rorojonggrang ; sangkuriang dan dayang sumbi dll. Ketika kita membaca sejarah Rosulullah dan para sahabat juga banyak dijumpai kisah-kisah yang berlandaskan pada cinta :

Ø  Bilal yang rela dihukum demi cinta pada Allah swt

Ø  Sumayyah wanita yang masuk surga, mati karena Allah

Ø  Said Quthb rela digantung demi mempertahankan cintanya pada Allah

Sebagai seorang hamba yang beriman, sudahkah kita memiliki rasa cinta pada Allah swt ? sudahkah cinta kita kepada Allah diatas segala-galanya ? Ingatlah bahwa Allah membenci orang-orang yang memberikan tandingan-tandingan kepada Allah (Qs. 9 : 24 dan Qs. 2 : 165). Bila kita sudah memiliki cinta pada Allah, perintah seberat apapun akan terasa ringan contoh sholat, Jilbab, shoum, dll.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk bisa menumbuhkan rasa cinta pada Allah :

§      Simpati (At-Ta’atuf), tumbuhkan rasa simpati kepada Allah dgn banyak melihat tanda-tanda kebesaran-Nya

§      Curhat (Ash-Shobabah), jadikanlah Allah sebagai tempat untuk mencurahkan segala problema kita

§      Rindu (Asy-Syuwuq), bila sudah ada simpati & kita sering curhat pada Allah dengan sendirinya akan muncul rasa rindu kepada Allah

§      Betah berlama-lama (Al-‘Isyq), apabila sudah cinta kepada Allah akan senang berjumpa dengan Allah dan rasanya tidak ingin berpisah

§      Mengabdi (Al-‘ubudih), tingkat tertinggi dari bentuk cinta seseorang adalah mengabdi

§      Jual beli (At-Tijaroh), dalam hal ini seorang penjual harus rela melepaskan barangnya walaupun ia sangat menyayangi barang tersebut

 Dalam hubungan jual beli ini kita sebagai penjual dan Allah sebagai pembeli, yang kita jual adalah diri, harta dan Allah membayarnya dengan Surga (Qs. 9 : 11). Amal/kerja, setiap muslim dituntut untuk bekerja/beramal sebab dengan amal tersebut insya Allah kita dapat berjumpa dengan Allah (Qs. 18 : 110).

Januari 13, 2009 - Posted by | motivasi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: