Mutiara Ilmu & Hikmah

Just another WordPress.com weblog

MANUSIA CERDAS

 

Sahabat…

Tidak terasa waktu menggerogoti usia kita, tiapa hari kita ambil jatah hidup kita. jam demi jam berlalu, hari demi hari berganti, dan tahun demi tahun terus berguguran, bagai dedaunan yang meranggas karena takmampu lagi untuk bergantung..

Kita tidak tahu apakah masih banyak sisa usia kita atau sudah dekat bahkan sudah dekat sekali dengan batas usia kita. 

Berbahagialah bagi mereka yang kecepatan waktu berlalu sebanding dengan banyaknya perbekalan yang disiapkannya untuk satu perjalan panjang dan abadi, dimana hanya ada dua akhir tujuan perjalan yaitu surga atau neraka.

 

Sahabat…

Pernahkah kita melayat/berta`ziyah saat ada saudara kita meninggal dunia.? Bisa jadi pemandangan yang terlihat kala itu sama seperti yang saya lukiskan sebagai berikut. Ketika saya sampai dirumah duka, raga sahabat saya sedang dimandikan untuk kemudian diberi kapas seluruh wajahnya dan untuk kemudian dikaffani lalu kemudian dinaikan di kerada berselendang hijau dan dishalatkan dan dimasukan kedalam lipatan tanah… lalu menunggu sang pemilik napas memanggil untuk mempertanggung jawabkan semua yang pernah dilakukan didunia yang fana ini, sejak lahir hingga tertutup panggung sandiwara yang diperankannya, usai sudah hanya tinggal nama yang akan diingat.

 

Ketika kita melihat semua prosesi itu, yang mengeliat di dalam jiwa adalah jika yang terbaring kaku penuh senyum itu adalah diri sendiri, yang terbungkus kafan itu adalah diri ini dan yang diletakan dikeranda untuk kemudian dimasukan kedalam lipatan tanah itu adalah raga ini … lalu siapkah kita berdiri tegak dimahkamah ALLAH jika apa yang kita lakukan masih sama dengan yang kemarin kemarin??..cukupkah amalan kita untuk dapat mengharap ampunan dan syafaatnya,?? jika TIDAK maka yang terbayang adalah ketakutan yang tak terhingga, yang terbayang adalah azab yang sangat perih menindih raga dan jiwa ini, dan hampir dipastikan jika itu ditanyakan kepada diri saat ini “Sahabat, siap gak jika panggung sandiwara ditutup sekarang?” maka jawabannya adalah saya BELUM siap

 

Lalu jika saat sandiwara didunia ini usai sudah, masih kah kita  mampu memohon agar diberi waktu lebih lama lagi, karena kita ingin memperbaiki nilai taqwa, menjalankan semua perintahNYA dan menjauhi laranganNYA… pasti sang penjemput akan mengatakan bahwa “waktu yang kemarin seharusnya cukup, untuk menghapus dosa dosa kamu, tapi kenapa kamu gak  pergunakan dengan baik setiap napas yang dititipkan

 

Jika demikian terjadi bahwa saya bukan orang yang cerdas melihat berbagai peringatan dan kurang cerdas memanfaatkan waktu untuk memohon ampunan dan beribadah lebih giat lagi agar koper penuh dengan amalan ketika saya pulang nanti, saat ini koper saya masih terlalu enteng bahkan nyaris kosong   .

Kemudian saya teringat bahwa manusia pilihan ALLAH yang akan mengisi syurganya adalah:

manusia yang CERDAS, yang senantiasa berdzikir menyebut asma tuhannya (misalnya subhanallah, walhamdulillah, wa laa illaaha illallah, ALLAH akbar) everytime, everywhere …

 

manusia yang CERDAS adalah yang menjadikan bumi ALLAH yang terhampas luas ini sebagai masjid baginya, kantornya mushallanya, meja kerjanya sajadahnya.. [inilah tanda cinta kepada ALLAH bahwa semua yang ia lakukan adalah untuk ALLAH, inna shalati wannusuki wamahyaya wammaati lillahi rabbil allaamin, sesungguhnya ibadah saya, shalat saya, hidup dan mati saya adalah untuk ALLAH] …[ bukankah itu yang kita ucapkan setiap sholat ]

 

manusia yang CERDAS adalah yang memfungsikan tatapan mata penuh kasih [rahmat], pikiran senantiasa husnuzhan, tarikan napasnya tasbih, gerakan hatinya adalah doa, bicaranya bernilai dakwah… diamnya dzikir, gerak tangannya berbuat sedekah dan langkah kakinya adalah jihad fi sabillillah…

 

manusia yang CERDAS, adalah manusia yng mempersiapkan kehidupannya, bukan saja untuk dunianya tetapi untuk kehidupan yang abadinya..

SUBHANALLLAH …

Kemudian yang terpikir oleh saya adalah mengapa saya menunda untuk menjadi manusia yang cerdas dalam pandangan ALLAH yah, seharusnya saya sadar bahwa saya wajib mencerdaskan diri saya sebelum sandiwara hidup saya ini usai … karena tidak ada yang menjamin bahwa esok ALLAH berkenan menitipkan napas kepada saya, jika malam ini saya tertidur dan tak bangun lagi sedang saya masih saja bodoh dan tidak cerdas maka kesia siaan lah yang saya jalani .

 

Jadi mulai detik ini kita harus menjadi manusia yang cerdas dan jangan mau di jadikan tangan tangan setan untuk menemaninya diakhirat nanti …Tentu kita tidak mau karena kita manusia cerdas 

Yok mulai detik ini kita cerdaskan diri kita … gampang kan? logikanya kita harus malu lah kalo takwa aja gak bisa kan udah ada contekannya di Al Quran dan Hadits jadi tinggal baca dan amalkan lalu berlomba lomba lulus Cumloude.

Buatlah ALLAH bangga dengan menjadi diri kita murid teladanNYA dalam sekolah kehidupan.  !!

Bisa kan? pilihannya berpulang dalam keadaan CERDAS atau berpulang dengan KEBODOHAN..

 

Sahabat…

Sebentar lagi adalah malam minggu(Week end..) maka, jika saya ingin dicintai oleh manusia, saya harus mencintainya pula, dan begitulah jika saya ingin dicintai ALLAH SWT. lalu berterbangan di jiwa saya pula bahwa malam itu waktunya mengirim sms cinta, waktunya menelphone sekedar mendengar suara mesra diujung sana, atau waktunya mengirimkan setangkai mawar merah dengan kartu berwarna pink bertulisan “Mawar ini adalah saya, hanya ingin kamu tahu bahwa I love you and I do love you” 

 

Bagaimana agar Week end..kita lebih bermakna? atau yang sangat kita cintai juga membalas cinta kita..alangkah malangnya bagi mereka yang bertepuk sebelah tangan,,.. ..yah bisa jadi cinta anda belum anda ungkapkan, atau memang anda tidak mencintainya.

Kuncinya ..ayo kita ungkapkan cinta kita..kalau kita cinta kepada ALLAH segeralah ungkapkan yah, tapi bukan sekedar kata-kata, harus dengan bukti nyata bahwa kita memang benar-benar cinta, sehingga saat ajal merenggut nyawa, benar-benar tidak terasa karena jiwa yang bahagia, yah bahagia karena akan bertemu dengan yang maha kuasa, kekasih yang sangat di cinta, ALLAH subhanahu wata`ala, yang memiliki nama-nama yang mulya, Al Asma`ul Husna, yang kelak akan menampakkan wajahnya yang maha indah di satu tempat yang indah tiada tara, tempat yang didalamnya bertabur bahagia yaitu jannah atau surga.

Selamat Week End Semuanya….

Selamat Bahagia……

Maret 12, 2009 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. Assalamualaikum…izin copas ya….terima ksh seblmnya..

    Komentar oleh sri Mulyati | Desember 25, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: