Mutiara Ilmu & Hikmah

Just another WordPress.com weblog

Pilih BEKERJA atau BISNIS?!

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Saudaraku..

Menjadi seorang entrepreneur adalah sebuah cita – cita mulia yang perlu di pahami secara menyeluruh. Tidak cukup sekedar ingin berbisnis, tetapi perlu dikaji segala aspek yang menyertainya.
Misal:
bisnis apa yang rencananya akan dijalani?, sebaiknya rencana bisnis yang akan dijalani adalah kelanjutan dari rintisan aktivitas kerja yang selama ini sudah di tekuni, jelas ini merupakan sebuah kelanjutan sebuah proses panjang yang terencana, sehingga menjadi sebuah kesatuan langkah yang terorganisir.

Banyak saudara – saudara kita hanya sekedar latah ingin mencicipi apa itu arti sebuah “bisnis”, tanpa pernah menyadari perlunya sebuah pengkondisian situasi & kondisi yang mengantarkan pelakunya pada sebuah makna yang disebut “professional”.

Sebagai dasarnya adalah perubahan “Mind Set” pelakunya untuk siap berpindah kuadran dari dimensinya para “KULI” (baca: karyawan ) kedimensinya para majikan (baca: business owner ), perubahan ‘mind set’ ini bukan hal yang mudah, karena sebahagian besarnya (hampir mendekati angka 90% ) hampir selalu gagal mengeksekusi proses perpindahannya.

Teori & data lapangannya mengatakan bahwa 9 dari 10 manusia yang terjun ke bisnis tumbang di 2 tahun awal perjalanan bisnisnya, sisanya yang lolos perlu melewati pase di tahun ke 5 berikutnya & hasilnya: 9 dari 10 yang lolos kembali tumbang di fase 5 tahun tersebut alias gagal/ bangkrut

Dunia bisnis memang “Ganas”, barang siapa yang tidak memiliki bekal lengkap & benar maka waktu jualah yang akan menentukan nasib hasil akhirnya: the winner atau pecundang???

Fenomena disekeliling kita seperti bertaburan para pebisnis baru yang selalu muncul tanpa pernah mengenal lelah & pantang kapok, mereka selalu hadir seiring perjalanan waktu, begitu juga panggung bisnis daya tarik magnitnya membuat mereka yang mengaku memiliki “nyali doubel” mencoba keberuntungannya untuk menjadi figur sejarah yang melegenda seperti: colonel sanders, MC D, Toyota, Honda. Bill Gates, Eka cipta wijaya, Bob sadino, dll.

Sayangnya sebuah proses bisnis bukan mie instan yang bisa segera di santap dalam hitungan menit, . Bisnis adalah sebuah proses panjang sebuah perjuangan, didalamnya lengakap menjadi sebuah kesatuan rasa, ada harap – harap cemas, ada penantian yang tidak pasti kehadirannya, ada kehidupan yang menghadirkan peluang kematian, ada putus harapan yang berujung pada kemenangan.

Siapapun anda yang hanya ingin membayangkan indahnya sebuah prestasi dalam dunia bisnis tanpa perjuangan sama saja dengan petualang jagat raya yang sedang menghadapi “fatamorgana” kehidupan, tanpa pernah menyadari bahwa itu hanya sekedar “fatamorgana” belaka, sebahagian besar para petualang tadi hanya menjumpai jasad kematian hidupnya yang tidak pernah disadarinya selama ini atau sebelumnya.

Dunia bisnis hanya diperuntukan bagi mereka yang terbukti layak disebut “PETARUNG SEJATI”, motto kehidupan duniawinya coba saya ilustrasikan seperti mottonya kopassus (“Lebih baik pulang nama, daripada gagal dalam tugas” ) sebuah pola fikir & sikap mental yang sangat menginspirasi sebuah keberhasilan yang sensasional dimuka bumi, sebenarnya motto di atas hampir sudah dimiliki oleh mottonya kita di Islam, seorang muslim sejati wajib memiliki motto ini dalam kehidupannya: “ HIDUP MULIA atau MATI DIJALAN ALLAH SWT (SYAHID) “, artinya pebisnis adalah petarung sejati yang selalu mengambil jalannya para “CLIMBERS” (PENDAKI) mereka yang terus mengabdikan hidupnya untuk terus mendaki, mendaki & terus mendaki sampai malaikat maut menjemput nyawanya, bukan jalannya para “CAMPERS” (BERKEMAH) apalagi para “ QUITTERS” (BERHENTI SEJAK AWAL) yang paling hobi mengatakan: belum bisa, belum pernah, belum pengalaman, atau kata – kata naïf lainnya yang mencerminkan sikap manja yang jauh dari nilai sebuah kejantanan (baca: petarung ) sejati.

NOW, bagaimana menjawab pertanyaan bahwa disekeliling kita banyak sekali pelaku – pelaku kehidupan yang mengaku berprofesi sebagai PEBISNIS, baca saja kartu namanya mereka dengan bangga mengaku sebagai wujud manusia berbeda karena membandingkan dirinya dengan para pekerja (baca: karyawan, kuli, buruh, dan sebagainya ). Benar mereka memang beda jika hanya sekedar di bandingkan para ‘pemburu uang’ atau para penunggu gaji diakhir bulan alias orang gajian. Padahal sebenarnya status mereka tidak berbeda jauh alias sami mawon bahasa asingnya atau sama saja jika dilihat dari sisi prespektif ilmiah duniabisnis yang sebenarnya. Mereka sama – sama penganut paham “ACTIVE INCOME (AI)” artinya mereka akan mendapatkan income (penghasilan) jika mereka active bekerja keras, semakin mereka super active bekerja maka otomatis pendapatan mereka bertambah.

Pebisnis jenis ini amat sangat banyak jumlahnya, sering disebut yang level terendahnya sebagai pelaku pedagang kaki lima. Jadi singkat kesimpulannya mereka yang sedang ” beraktivitas & mengaku sebagai pebisnis tetapi pertambahan pendapatannya baru bertambah kalau yang bersangkutan juga menambah jumlah waktu & energi kerjanya, maka manusia jenis ini masih belum layak meng claim atau menyebut dirinya sebagai “BUSINESS OWNER/PENGUSAHA”, mereka baru sebatas menjadi seorang “SELF EMPLOYEE” atau: PEKERJA MANDIRI atau bisa juga disebut PEKERJA BISNIS, yang pasti bukan Business Owner/Pengusaha?

Ada 3 komponen besar dalam proses pemberdayaan manusia, yaitu unsure: Kognitif, Afektif, & Psikomotorik.
Kognitif yang akan mengantarkan anda memiliki KNOWLEDGE (pengetahuan ), lalu Afektif yang akan membuat anda memiliki sikap mental siap berubah total yang berwujud ATTITUTE, & psikomotorik yang mengakibatkan anda akhirnya memiliki ketrampilan hidup baru, yaitu LIFE SKILL.

Nah apa sih sebetulnya SUKSES yang sangat kita inginkan? Mungkin akan sama seperti kepanjangan dari  kata SUKSES itu sendiri:

1.    Sehat: pikiran, spiritual, & phisik

2.    Umurnya panjang & berkah

3.    Kaya raya & sejahtera

4.    Senang & bahagia hidupnya

5.    Etos kerjanya professional

6.    Surga firdaus akhirnya

Marilah kita menjadi Manusia SUKSES…Ayo siapa yang mau….

Mulai dari sekarang, Mulai dari hal yang kecil, dan jelas mulai dari dalam diri disendiri…

Wallahu a’lam bishowab,
Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Asep Saepudin

Maret 21, 2009 - Posted by | Uncategorized

3 Komentar »

  1. InsyaAllah Bisnis….Ya Allah berilah kekuatan hambamu ini untuk menapaki jalan Bisnis… dan semoga semata-mata hanya mencari ridhoMu semata…

    Komentar oleh uminjapan | Maret 21, 2009 | Balas

  2. assalamualaikum.. semoga kita dgolongkan menjadi orang yang beruntung,, saya mohon izin meng-copy paste tulisan ini yang menurut saya bagus untuk pondasi orang yang mau melangkah ke jalan wirausaha..:) semoga setiap huruf dihitung pahala amin

    Komentar oleh berkaryaberwirausaha | Juli 18, 2009 | Balas

  3. iidesune,
    hampir sebagian orng andai menjawab,tentu akan lebih senang melakukan pekerjaan miliknya.dari pada harus bekerja pda pihak lain.tetapi mereka berat utk berbuat ,sehingga mereka milih titik aman dengan gajian atu bekerja pda orang lain.
    bambang hermawan,[2002 no kuwana no okuoka no kenshu]

    Komentar oleh sriyatin | September 27, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: